Tradisi Tumpeng Robyong sebagai Wujud Syukur di Desa Beji Lor 

- Minggu, 26 Agustus 2018 | 19:00 WIB
Foto: Tumpeng-tumpeng dari setiap RT di Desa Beji Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, dikumpulkan di  Sendang Desa setempat, Minggu (26/8). (suaramerdeka.com/Much Kundori)
Foto: Tumpeng-tumpeng dari setiap RT di Desa Beji Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, dikumpulkan di Sendang Desa setempat, Minggu (26/8). (suaramerdeka.com/Much Kundori)

BEJI LOR, suaramerdeka.com - Cuaca terik Minggu (26/8) ketika matahari berada di atas ubun-ubun, seolah tak dirasakan warga Desa Beji Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Mereka bersuka ria dari segala usia memenuhi area sendang di desa setempat yang di namakan Sendang Kamulyan. 

Sendang yang berada di tengah persawahan itu dianggap menjadi sumber penghidupan warga desa setempat. Maklum, sumber air sendang itu tak pernah kering sepanjang tahun meski di puncak kemarau seperti saat ini sekalipun. 

Untuk memulyakan sendang itu,  warga yang didukung pemerintah desa menggelar ritual yang bernama "Tumpeng Robyong".  Tradisi ini adalah membawa tumpeng yang diarak dari balai desa setempat menuju  Sendang Kamulyan itu. Kemudian tumpeng-tumpeng itu dimakan bersama warga bahkan salah satu tumpeng ditempatkan di tengah sendang kemudian warga saling berebut untuk memakan makanan yang tersedia di tumpeng itu. 

Guna mendorong partisipasi warga, tumpeng yang dihias sedemikian rupa itu kemudian dinilai oleh tim dari pemerintah desa. Sedikitnya 16 kreasi tumpeng yang mewakili seluruh RT di wilayah desa itu dilombakan. 

Selain mengarak tumpeng, warga juga berkreasi baik seni mau pun hasil pembangunan yang ada di RT masing-masing untuk mengiring tumpeng itu. Selain arak tumpeng, juga digelar wayang  kulit semalam suntuk pada malam harinya. 

Kepala Desa Beji Lor, Sugih Agus Prayitno, mengatakan, sudah menjadi tradisi setiap tahun dan turun temurun dalam menggelar Tumpeng Robyong ini.  Tradisi ini selalu dilakukan di bulan Agustus setiap tahunnya. Selain tradisi budaya, momentum ini juga turut menyambut peringatan HUT RI. 

"Ini sudah tradisi sebagai wujud syukur warga atas hasil bumi.  Ini adalah keinginan warga sekaligus nguri-uri budaya Jawa. Kalau tidak melaksanakan, ada yang kurang bagi kepercayaan masyarakat," katanya. 

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Bejo Lor Aiptu Subedi menyambut positif kegiatan seperti ini. Ini menujukkan masyarakat di desa ini guyup rukun dan mengedepankan kebersamaan. 

"Dengan begini, situasi keamanan di sini menjadi kondusif. Semua unsur masyarakat bersinergi untuk memajukan desa. Selain itu, juga komitmen warga untuk ikut melestarikan warisan budaya cukup tinggi," katanya didampingi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Beji Lor Kodim 0714 Serda Sujari. 

Halaman:

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

X