Peserta SMN 2018 Kritisi Sampah Plastik

- Senin, 20 Agustus 2018 | 05:55 WIB
PERMAINAN OUTBOUND: Peserta Program Siswa Mengenal Nusantara 2018 asal Kalimantan Barat mengikuti permainan outbound yang dipandu instruktur di Vanaprastha Gedong Songo Park, Sabtu (18/8) sore. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
PERMAINAN OUTBOUND: Peserta Program Siswa Mengenal Nusantara 2018 asal Kalimantan Barat mengikuti permainan outbound yang dipandu instruktur di Vanaprastha Gedong Songo Park, Sabtu (18/8) sore. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

BANDUNGAN, suaramerdeka.com - Seluruh peserta Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018 asal Kalimantan Barat (Kalbar) mengkritisi permasalahan sampah plastik. 

Ricky Pratama (16) siswa SMA 1 Bengkayang, Kalbar menyebutkan, untuk menekan banyaknya sampah plastik yang dibuang sembarangan paling tidak butuh sinergitas antas instansi termasuk melibatkan masyarakat.

Menurut Ricky, tempat pembuangan sampah sementara (TPS) harus ada, setelah itu dibutuhkan tempat pembuangan akhir sampah (TPA) lengkap dengan manajemen pengelolaannya.

“Di wilayah kami, keduanya masih belum maksimal. Penangannya berbeda dengan di Jawa Tengah, untuk itu kami akan membawa informasi pengelolaan sampah plastik ini ke Kalbar,” katanya, ketika ditemui di Vanaprastha Gedong Songo Park, Sabtu (18/8) sore.

Peserta lainnya, Rianti Oktaviani (15) siswa SMK 2 Pemangkat, Sambas, Kalbar mengungkapkan, ketika berada di Jawa Tengah sejak 13 hinga 21 Agustus 2018 mendatang dia bersama 22 orang peserta SMN 2018 telah dan berencana mengunjungi sejumlah tempat di bawah naungan Kementerian BUMN RI. Meliputi Perum Perhutani, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Taman Wisata Candi Borobodur, Prambanan, dan Ratu Boko, serta PT Kawasan Industri Wijayakusuma.

“Informasi tentang sampah plastik dan penanganannya sangat kami butuhkan, minimal gerakan peduli sampah plastik bisa ditanamkan pada diri kita, kerabat, dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Berbicara pengalamannya ketika berkunjung ke Jawa Tengah, Riyanti menuturkan, ia banyak mendapat pengetahuan baru. Termasuk pengetahuan tentang sistem pemesanan tiket hingga pemberangkatan kereta api dari stasiun. Selain itu, peserta SMN 2018 asal Kalbar juga mendapat pemahaman tentang apa saja yang dikelola Perum Perhutani.

Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Bambang Catur Wahyudi memaparkan, Program SMN 2018 secara berkelanjutan diharapkan bisa turut serta membangun kapasitas nasional melalui peran generasi muda sebagai penerus bangsa.

“Selain menanamkan rasa bangga sebagai bangsa yang memiliki keragaman budaya nusantara, juga membangun karakter siswa. Peserta kita ajak untuk tidak mudah menyerah dalam menggapai cita-cita,” paparnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Kauman Kampung Quran Jadi Jejak Syiar Peradaban Islam

Senin, 24 Januari 2022 | 07:45 WIB

Pendapatan Menurun, KPRI MAS Tetap Berikan Beasiswa

Sabtu, 22 Januari 2022 | 07:15 WIB

Omicron Masuk Jawa Tengah

Sabtu, 22 Januari 2022 | 01:18 WIB
X