Penyandang Disabilitas Mendapat Pelatihan Kewirausahaan

- Sabtu, 18 Agustus 2018 | 12:14 WIB
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN : Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY, Bambang Kiswono didampingi Area Branch Manager PT Maybank Indonesia Semarang, Prayudi Suryopranoto berbincang dengan salah satu penyandang disabilitas peserta pelatihan wirausaha di Pusdiklat BKK Jateng Semarang, Sabtu (18/9).(suaramerdeka.com/Arie Widiarto)
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN : Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY, Bambang Kiswono didampingi Area Branch Manager PT Maybank Indonesia Semarang, Prayudi Suryopranoto berbincang dengan salah satu penyandang disabilitas peserta pelatihan wirausaha di Pusdiklat BKK Jateng Semarang, Sabtu (18/9).(suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 80 penyandang disabiltas dari berbagai kota di Jateng mengikuti pelatihan wirausaha dan cara mengelola keuangan di Pusdiklat BKK Jateng Semarang, Sabtu (18/9).

Kegiatan yang digelar oleh Maybank Indonesia bersama Maybank Foundation ini dimaksudkan untuk memberdayakan ekonomi berkelanjutan bagi para penyandang disabilitas di Semarang. 

''Pelatihan dengan tema Reach Independence and Sustainability Entrepreneur (RISE) ini bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro UKM penyandang disabilitas sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya,'' kata Area Branch Manager PT Maybank Indonesia Semarang, Prayudi Suryopranoto, di sela-sela kegiatan.

Para peserta yang ikut dalam pelatihan ini memiliki beragam lini usaha mulai dari penjahit, penjual makanan, penjual sovenir, jasa reparasi elektronik, ternak lele, sablon, pembuat tenun, sol sepatu, hingga usaha penyewaan alat pesta. Peserta diberikan pelatihan tiga hari dan tiga sampai enam bulan pendampingan. 

''Dalam tiga hari mereka dibekali pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, dan perubahan pola pikir,'' jelas  Prayudi.

Selanjutnya dalam program mentoring terstruktur selama tiga sampai enam bulan para peserta akan didampingi mentor secara personal untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan taraf hidup para penyandang disabiltas. 

Pelatihan RISE di Semarang merupakan kota keempat di regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta setelah sebelumnya dilakukan di Solo, Bantul, dan Yogyakarta. 

''Dari tiga pelatihan tersebut  program ini telah memberikan pelatihan kepada 176 peserta dengan berhasil meningkatkan penghasilan rata-rata perbulan 170 persen,'' paparnya. 

Ia mengemukakan pelaksanaan program RISE di Semarang ini adalah rangkaian program untuk memberikan pelatihan kepada 2.200 penyandang disabilitas yang akan dilakukan hingga 2019. 

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Pemkab Demak Dorong Pertumbuhan Kampung Ternak

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:12 WIB

Ini Penyebab Banjir di Kendal, 22 Pintu Air Rusak

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:51 WIB
X