RDRM, Buka Screening Anak Ketergantungan Gawai Gratis

- Jumat, 17 Agustus 2018 | 10:44 WIB
TERIMA TAMU: Psikolog RDRM, Putri Marlenny P SPsi MPsi (paling kanan) menerima tamu dari BKKBN Pusat di kantornya. (Foto suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
TERIMA TAMU: Psikolog RDRM, Putri Marlenny P SPsi MPsi (paling kanan) menerima tamu dari BKKBN Pusat di kantornya. (Foto suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Di era digital, orang tua tidak mungkin menyetop anaknya untuk menggunakan gawai atau gadget. Meski pemanfaatannya tidak selalu negatif, namun adiksi atau ketergantungan gawai akan bisa menimbulkan efek buruk bagi anak seperti halnya tidak fokus belajar atau prestasinya di sekolahan turun. 

Guna mengatasi masalah itu, Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) Kota Semarang membuka screening atau penyaringan adiksi atau ketergantungan gawai gratis di kantornya di Jl Simongan Raya 49 Semarang. 

Psikolog RDRM Kota Semarang Dinar Wukirsari SPsi MPsi mengatakan, screening ketergantungan gawai ini menjadi salah satu program anak hebat serta jadi bagian ketahanan keluarga. 

''Dari hasil screening, apabila ada indikasi adiksi berat, maka akan dilakukan terapi, Kalau kategori ringan akan dilakukan psikoedukasi,'' jelas Dinar, alumnus S2 Magister Profesi Psikologi disela-sela kunjungan pegawai Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dikantornya. 

Menurut dia, tidak selalu penggunaan gawai itu arahnya negatif tapi ada pula yang positif. ''Contohnya, bapak di satu keluarga itu pelaut, nah gawai itu bisa menjadi manfaat positif karena dipakai komunikasi telepon atau video call. Screening alat digital itu baru saja diluncurkan baru-baru ini di RDRM,'' katanya. Perwakilan BKKBN yang datang ialah Dr Indah Nurwulan dan Nova Adam, serta Asisten Deputi 6 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Wahyuni Tri Indriyati.
  
Wahyuni menegaska, kedatangannya bersama BKKBN ini dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pembentukan keluarga berkarakter. ''Terhadap RDRM, kami mendukung kegiatannya dan berharap makin berkembang. Sebab, visi misi RDRM ini tak jauh dari membentuk ketahanan keluarga, dari lini terkecil,'' katanya. 

Di sisi lain, psikolog RDRM lainnya, Putri Marlenny P SPsi, MPsi mengemukakan, akan menindaklanjuti kedatangan tim BKKBN dan Kemenko PMK itu dengan menggiatkan program-program terkait ketahanan keluarga. 

Pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Agama, mengadakan konseling caten atau calon manten, yakni berupa bimbingan pra pernikahan.

Editor: Maya

Tags

Terkini

UKSW dan TNI Salurkan Vaksin Dosis Kedua

Kamis, 21 Oktober 2021 | 04:05 WIB

Praktik Perjudian di Tiga Lokasi di Jateng Dibongkar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 03:49 WIB

Hendi Dukung Desa Kekebalan Komunal AKABRI 1999

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:25 WIB
X