Pesantren Punya Peran Penting dalam Moderasi Beragama

- Senin, 19 Desember 2022 | 18:46 WIB
Ketua Baznas Kota Semaranag Arnaz Agung Adrarasmara (kanan) menyampaikan materi moderasi beragama saat halaqah Pesantren yang diselenggarakan FKPP Kota Semarang, di Ponpes Hidayatus Shubban Karangroto Genuk (SM/ Slamet Daryono)
Ketua Baznas Kota Semaranag Arnaz Agung Adrarasmara (kanan) menyampaikan materi moderasi beragama saat halaqah Pesantren yang diselenggarakan FKPP Kota Semarang, di Ponpes Hidayatus Shubban Karangroto Genuk (SM/ Slamet Daryono)

SEMARANG,suaramerdeka.com – Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswan Aminuddin menyampaikan, moderasi beragama adalah sesuatu keniscayaan yang harus terus digaungkan.

Karena itu, pondok pesantren memiliki peran penting dalam menciptakan kebersamaan di Kota Semarang.

Hal itu, ia sampaikan saat menghadiri halaqah pesantren bertema Moderasi Beragama yang diselenggarakan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Semarang di Ponpes Hidayatus Shubban Karangroto Genuk. 

Baca Juga: Dongeng Anak Khatulistiwa : Teman Baru di Sekolah dan Datangnya Kabut Tebal (7) Warak Terbang Secepat Kilat

Menurut Iswar, dengan kebersamaan dari sejumlah 260 pondok pesantren yang ada, menjadi potensi besar untuk bersama-sama membangun kota yang kondusif dan menjadikan Semarang sekin hebat.

“Kebersamaan itu akan menjadi sesuatu kekuatan sangat besar untuk barang-barang membangun kota yang kita cintai ini. Harmonisasi dalam pembangunan sangat dibutuhkan, karena dengan bergerak bersama kita akan mampu melihat sisi positifnya,” kata dia.

Ketua Baznas Kota Semaranag Arnaz Agung Adrarasmara, yang tampil sebagai narasumber, menyampaikan, pesantren bisa menjadi pelopor dalam pratik moderasi beragama di tengah masyarakat.

Baca Juga: Teknik Mudah Agar Buah Pepaya Besar Seperti Milik Tetangga

Pesantren menjadi tempat untuk menanamkan pemahaman agama dan beragama secara benar kepada para santri atau anak didik. Karena merekalah sebagai penerus generasi bangsa,” katanya.

Menurut dia, selain dikuatkan dalam sisi pemahaman beragama, santri juga perlu didukung dengan kekuatan secara ekonomi. Sehingga santri perlu dibekali dengan entrepreneurship dan semangat berwirausaha.

“Saat lulus dari pesantren nanti, santri bukan hanya sebagai seorang entrepreneur, tapi bisa menumbuhkan sikap mental mandiri, siap bekerja maupun berwira usaha di mana pun berada,” kata Ketua Kadin Kota Semarang itu.

Baca Juga: Set Top Box Gratis Tahap Kedua di Semarang Bakal Dibagikan,Siapkan KTP dan Segera Lapor Pak RT

Karenanya, Arnaz yang juga Sekretris Muslim Trade Center (MTC) Jateng itu, memberikan kesempatan kepada pesantran untuk berkolaborasi dengan Basnaz atau stakeholder lain, seperti Kadin atau MTC, menggelar pelatihan untuk menumbuhkan semangat santri entrepreneur.

Ketua FKPP Kota Semarang Samsuddin, mengungkapkan, tema moderasi beragama diangkat mengingat pesantren rawan disusupi paham radikalis.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X