Vaksinasi Jateng Baru 18 Persen, Ganjar Minta Menkes Akselerasi Vaksin

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 16:07 WIB
Ribuan orang mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan Kodam IV/Diponegoro, Kopi Luwak, Walubi dan Rumah Sakit Telogorejo di Jalan Raya Kaligawe Semarang, Kamis (5/8)./suaramerdeka.com/dok
Ribuan orang mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan Kodam IV/Diponegoro, Kopi Luwak, Walubi dan Rumah Sakit Telogorejo di Jalan Raya Kaligawe Semarang, Kamis (5/8)./suaramerdeka.com/dok


SEMARANG, suaramerdeka.com - Program vaksinasi di Jateng baru mencapai 18,83 persen. Dari target 28 juta warga yang jadi target, baru sekitar 5,4 juta warga yang telah divaksin.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, rendahnya capaian vaksinasi karena distribusi vaksin dari pusat untuk Jateng belum mencukupi.

“Kami terus melakukan percepatan. Setiap datang kiriman vaksin, langsung kami distribusikan dan di daerah, langsung di suntikkan. Banyumas bagus, berapa saja kiriman vaksin mereka pasti siap menghabiskan.

Maka saya sudah komunikasi dengan Menteri Kesehatan, agar vaksinasi di Jateng dilakukan akselerasi,” katanya saat meninjau vaksinasi di GOR Satria Purwokerto, baru-baru ini.

Baca Juga: Jalan-Jalan ke Malioboro Wajib Siapkan Kartu Vaksin, Luhut Minta untuk Keselamatan Bersama

Dari target 28 juta, lanjut Ganjar, vaksinasi dosis pertama di Jateng baru 5,4 juta orang. Sementara vaksinasi dosis kedua baru sekitar 3 jutaan orang.

“Jadi masih panjang sekali. Maka kami minta pemerintah pusat melakukan percepatan. Kami di daerah siap eksekusi,” jelas gubernur.

Disampaikan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai skenario untuk percepatan vaksinasi. Sebab ada informasi, September atau Oktober akan datang vaksin dalam jumlah besar.

“Kami sudah siapkan seluruh faskes termasuk kantor desa/ kelurahan sebagai tempat vaksinasi. Saya sudah komunikasi dengan kades-kades itu dan mereka siap semuanya. Termasuk saya komunikasi dengan TNI/ Polri agar kantor-kantor Koramil/ Polsek bisa dipakai, agar tidak menimbulkan kerumunan,” jelasnya.

Baca Juga: ASI Ekslusif Ibu Terpapar Covid-19 Bantu Tingkatkan Kekebalan Bayi, Kandungan Antibodi Tinggi

Meski dilakukan percepatan, Ganjar meminta semua daerah untuk disiplin mengisi aplikasi SMILE. Sebab, kalau tidak, maka stok vaksin di daerah dinyatakan masih banyak, dan pemerintah pusat tidak akan mengirim vaksin.

Dia juga menekankan, vaksinasi tetap diprioritaskan untuk para lansia, meski para pelajar sudah sangat antusias divaksin. Sebab mereka sudah rindu untuk belajar di sekolah.

“Sudah ada beberapa daerah yang sudah mulai kebut vaksinasi untuk pelajar, tapi saya minta lansia dan pralansia dulu diprioritaskan,” pungkasnya.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: jatengprov

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Parkir Tepi Jalan Akan Diberlakukan Elektronik

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:44 WIB
X