Miris, Masih Banyak Guru TK di Semarang yang Belum Terdaftar, Juga Belum UMR

- Rabu, 7 Desember 2022 | 05:40 WIB
Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Lies Iswar Aminuddin didampingi Plt Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita G Rahayu MSos menyerahkan penghargaan kepada Dewan Pengurus Ranting GOPTKI yang tergiat dalam HUT Ke-65 di Balai Kota Jalan Pemuda Semarang.  (SM/Agus Fathuddin)
Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Lies Iswar Aminuddin didampingi Plt Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita G Rahayu MSos menyerahkan penghargaan kepada Dewan Pengurus Ranting GOPTKI yang tergiat dalam HUT Ke-65 di Balai Kota Jalan Pemuda Semarang. (SM/Agus Fathuddin)

SEMARANG,suaramerdeka.com - Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Lies Iswar Aminuddin mengeluhkan masih banyak guru Taman Kanak-kanak (TK) yang belum terdaftar dan tersertifikasi.

Banyak pula guru TK yang mendapatkan honor jauh di bawah UMR.

Sehingga sejak 2020 GOPTKI Kota Semarang mengajukan kepada pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan para guru TK.

Baca Juga: Merpati Balap Tinggian yang Top Markotop, Ini Ciri-Cirinya

‘’Alhamdulillah dukungan pemerintah bagi guru TK terwujud. Akhir tahun anggaran 2022 ini dengan uang transport sebanyak 6 bulan dibagikan kepda 2.008 guru Taman Kanak-kanak yang terdaftar,’’ katanya.

Dia menyampaikan keluhanya itu dalam upacara tasyakuran HUT Ke-65 GOPTKI di Balai Kota Jalan Pemuda, Kota Semarang.

Upacara HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Plt Wali Kota Ir Hj Hevearita G Rahayu MSos diserahkan kepada perwakilan Guru TK Pertiwi.

Ketua GOPTKI Lies Iswar Aminuddin menyerahkan penghargaan kepada Dewan Pengurus Ranting Kecamatan se-Kota Semarang yang dinilai tergiat dalam operasional organisasi.

Baca Juga: Dongeng Anak Khatulistiwa (1) : Teman Baru di Sekolah dan Datangnya Kabut Tebal

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X