Pertumbuhan Kendaraan di Semarang Tak Sebanding Penambahan Jalan, Kemacaten di Simpul Simpul Kota

- Selasa, 6 Desember 2022 | 20:53 WIB
Kawasan pertigaan jalan masuk ke kampus Undip di Ngesrep menjadi salah satu simpul kepadatan arus lalu lintas.() (SM/Eko Edi N)
Kawasan pertigaan jalan masuk ke kampus Undip di Ngesrep menjadi salah satu simpul kepadatan arus lalu lintas.() (SM/Eko Edi N)


SEMARANG,suaramerdeka.com - Dishub Kota Semarang telah melakukan analisis tentang kepadatan jalanan di Kota Semarang.

Analisa yang dilakukan sejak 2017 hingga 2022 pada 20 ruas jalan, menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan tak sebanding dengan kinerja jalan.

Menurut Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto, 20 ruas jalan tersebut ada di Jalan Ahmad Yani, Pamularsih, Dr Soetomo, Gajahmada, Imam Bonjol, Jendral Sudirman dan beberapa ruas lainnya.

Baca Juga: Merpati Balap Tinggian yang Top Markotop, Ini Ciri-Cirinya

Dari analisis VCR yang dilakukan di 20 ruas jalan, hanya beberapa yang memiliki prosentase kepadatan rendah.

Beberapa ruas jalan dengan presentase kepadatan rendah itu ada di Jalan Gajahmada dengan prosentase VCR 0,67 persen dan Jalan Imam Bonjol dengan kepadatan 0,43 persen.

"Ambang batas kepadatan jalan di angka 0,75 persen, jika lebih dari itu bisa dikatakan over. Bahkan jika mendekati 1 persen kendaraan tidak lagi di jalan raya namun juga memenuhi trotoar," ucap dia kemarin.

Ia menerangkan prosentase kepadatan lalulintas di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang juga terus meninggi.

Baca Juga: Dongeng Anak Khatulistiwa (1) : Teman Baru di Sekolah dan Datangnya Kabut Tebal

Endro memberikan contoh, Jalan Ahmad Yani pada 2017 prosentase kepadatan hanya 0,65. Namun pada 2022 kepadatan di jalan tersebut naik 0,07 persen menjadi 0,72.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X