Varian Apokat Black Mamba Diajukan untuk Disertifikasi BRIN, Bibit Diminta Tidak Diekspor

- Selasa, 6 Desember 2022 | 05:25 WIB
Kepala LKPP RI, Hendrar Prihadi saat mencicipi apokat Black Mamba di lahan pertanian Patemon Gunungpati (SM/Hendra Setiawan )
Kepala LKPP RI, Hendrar Prihadi saat mencicipi apokat Black Mamba di lahan pertanian Patemon Gunungpati (SM/Hendra Setiawan )


SEMARANG,suaramerdeka.com- Sudadi dan Amin, petani buah di Patemon, Gunungpati sedang mengembangkan apokat varian baru bernama Black Mamba.

Saat ini, apokat tersebut sedang diajukan untuk disertifikasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Harapannya setelah mendapatkan sertifikat, varian apokat yang ditemukannya Amin bersama Sudadi itu bisa lebih dikembangkan dan diperbanyak lagi.

Baca Juga: Ziarah Napak Tilas Tokoh Babat Alas Kota Semarang, Kasian Nomor 3 Baru Saja Jadi Korban Banjir Bandang

"Kita sudah mengirimkan permohonan untuk disertifikasi oleh BRIN melalui Dinas Pertanian, semoga saja prosesnya bisa lebih cepat," ungkap Amin.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi juga menjabat Kepala LKPP RI, belum lama ini.

Sudadi senang atas perhatian yang diberikan Hendi dengan datang langsung. Apalagi sampai menyempatkan diri khusus datang ke Semarang untuk mengunjungi lahan pertaniannya.

"Semoga setelah kedatangan beliau akan lebih banyak perhatian dari yang lain pada apokat Black Mamba ini," tutur Sudadi.

Baca Juga: Gunung Api akan Meletus, Kenali Tanda Tanda Alam di Sekitar Kita, Bisa Minimalisir Korban Jiwa dan Harta Benda

Sementara itu, Hendi Hendi menyukai Apokat Black Mamba tersebut karena rasanya lebih kuat dibanding varian apokat pada umumnya.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X