Pemkot Usulkan UMK 2023 Rp 3.060.348, Apindo Menolak Sepakat, Ibaratkan Sepasang Sandal

- Rabu, 30 November 2022 | 16:38 WIB
 Ilustrasi aksi buruh menuntut kenaikan UMK di Semarang. (SM/Eko Edi)
Ilustrasi aksi buruh menuntut kenaikan UMK di Semarang. (SM/Eko Edi)


SEMARANG,suaramerdeka.com – Sekalipun masih ada tarik ulur dalam rapat dewan pengupahan, yang beranggotakan Dinas Tenaga Kerja, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Serikat Pekerja, ditetapkan usulan UMK 2023 di Kota Semarang naik 7,95 persen atau menjadi Rp 3.060.348.78.

Ada kenaikan sebesar Rp 225.327 dari UMK tahun 2022.

Dalam rapat pleno di kantor Disnaker, Jl Ki Mangunsarkoro pada Selasa (29/11), Disnaker dan Serikat Pekerja menyatakan PP 36 Tahun 2021 tidak bisa dipakai sebagai dasar dalam menentukan UMK Kota Semarang tahun 2023.

Baca Juga: UMP UMK Bakal Naik, Berikut Daftar UMP Terkini 2022 di Seluruh Wilayah Indonesia

Anggota Dewan Pengupahan Kota Semarang dari Serikat Pekerja KSPN, Slamet Kuswanto, mengatakan, pihaknya sebelumnya telah melakukan survey untuk mengetahui angka termutakhir kebutuhan untuk hidup layak.

"Ada lima pasar yang kami survey, Pasar Karangayu, Jatingaleh, Langgar, Mangkang, dan Pedurungan," kata Slamet usai rapat.

Dari hasil survey tersebut, masih menurut Slamet, didapatkan angka Rp 3.683.999,90 atau naik 29,94 persen.

Baca Juga: Dongeng Anak : Janu dan Pohon Apel di Hari Ulang Tahun

Atas dasar survey, pihaknya lalu meminta pemerintah untuk berlepas dari PP Nomor 36 Tahun 2021.

"Sebagai gantinya, Menteri Tenaga Kerja menguarkan Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2022 sebagai formulasi khusus menentukan UMK tahun 2023,''

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X