Ajukan Praperadilan, Agus Hartono Duga Ada Pihak Ganggu Jalannya Sidang

- Senin, 28 November 2022 | 22:58 WIB
foto ilustrasi (freepik)
foto ilustrasi (freepik)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengusaha Semarang, Agus Hartono, merasa ada pihak yang sengaja berupaya mengganggu sidang praperadilannya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Agus sebelumnya mengajukan praperadilan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada pemberian kredit dari sejumlah bank ke suatu perusahaan.

Upaya tersebut dengan memunculkan isu mafia tanah yang dituduhkan kepada Agus Hartono. Hal itu dibuktikan dengan aksi beberapa orang yang mengatasnamakan korban mafia tanah di depan PN Semarang, Senin 28 November 2022.

Baca Juga: Ditetapkan Tersangka, Agus Hartono Gandeng Pengacara Kamaruddin Ajukan Praperadilan

"Ada pihak-pihak yang berupaya membangun isu mafia tanah padahal sudah ada putusan hukumnya semua. Sehingga jelas, pihak-pihak itu ingin mengganggu sidang praperadilan yang saat ini disidangkan," kata Agus.

Menurutnya, sangat tidak relevan jika perkara yang diisukan yaitu terkait tersangka mafia tanah yang sudah ada putusan pengadilan.

Produk hukum yang dimaksud, katanya, putusan PN Salatiga Nomor 24/Pdt.G/2022/PN Slt yang dibacakan pada 26 Oktober 2022. Dalam amar putusan tersebut, disebutkan bahwa 21 bidang tanah yang terletak di Kota Salatiga merupakan harta budel pailit PT CGP.

Baca Juga: Tangani Perkara di Semarang, Kamaruddin Minta Kejagung Awasi Sidang Praperadilan Kliennya

"Putusan tersebut menyebutkan perkara terkait beberapa bidang tanah di Kota Salatiga masuk ranah keperdataan karena harta budel pailit PT CGP. Selain itu, saya tidak bisa dimintai pertanggungjawaban hukum baik perdata maupun pidana terkait beberapa bidang tanah itu," jelasnya.

Beberapa bidang tanah di Kota Salatiga tersebut yang kemudian dijadikan agunan/jaminan atas kredit di Bank Mandiri. Dalam pemeriksaannya, agunan/jaminan tidak ada masalah sehingga kredit dicairkan ke PT CGP.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X