Tekan Modal Pemeliharaan Tanaman, Gapoktan Desa Bumen Diajari Pembuatan POC

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 12:30 WIB
Penyerahan Produk POC ke Ketua Gapoktan Desa Bumen. (suaramerdeka.com / dok)
Penyerahan Produk POC ke Ketua Gapoktan Desa Bumen. (suaramerdeka.com / dok)

SUMOWONO, suaramerdeka.com - Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2021, mendemonstrasikan pembuatan “Pupuk Organik Cair (POC)” Berbahan Urine Kelinci kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Bumen.

Pembuatan POC sebagai alternatif usaha menekan modal pemeliharaan tanaman sekaligus program pertama Kuliah Kerja Nyata dari Mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Ris Setya Resa.

Modal minimal dengan hasil maksimal menjadi harapan setiap petani dalam bercocok tanam. Penggunaan POC tersebut menjadi jawaban.

Dengan budget pengadaan yang murah, pupuk ini memiliki manfaat dan efektifitas yang tidak kalah guna dibanding pupuk yang dibeli di toko ternama.

Baca Juga: Banpres Produktif untuk UMKM Bangkit, Harapan dan Optimisme Tetap Jadi Kata Kunci

Mengaplikasikan pemanfaatan limbah, dan memaksimalkan hasil pertanian sehingga profitnya lebih melimpah menjadi langkah awal menekan biaya pemeliharaan dan memaksimalkan hasil petani anggota Gapoktan

Demonstrasi dilakukan kepada 13 pimpinan Gapoktan sekaligus dipaparkan beberapa hal terkait definisi program, cara pembuatan, dan manfaat/ penggunaan. Demonstrasi diakhiri dengan penyerahan produk kepada para anggota Gapoktan.

Antusiasme anggota Gapoktan akan produk yang diberikan memberikan feedback baik dengan adanya rencana bisnis yang berkelanjutan.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Bisa Sebabkan Kematian, Profesor Wiku: Itu Tidak Benar

Pada diskusi lanjut ini, salah satu anggota Gapoktan yang merangkap sebagai salah satu perangkat desa Bumen, Muhromin menawarkan pembentukan bisnis Pupuk Organik Cair (POC) yang telah didemonstrasikan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X