Stunting di 10 Desa, Bupati Demak Libatkan Lintas Sektoral Turunkan Kasus

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 18:55 WIB
PENANTANGAN KOMITMEN BERSAMA : Bupati Demak Hj Eisti'anah bersama Wabup KH Ali Makhsun menandatangi komitmen bersama pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Demak. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)
PENANTANGAN KOMITMEN BERSAMA : Bupati Demak Hj Eisti'anah bersama Wabup KH Ali Makhsun menandatangi komitmen bersama pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Demak. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)

 


DEMAK, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Demak melibatkan sejumlah OPD, puskesmas dan instansi serta elemen masyarakat sampai ke tingkat desa untuk bersama-sama mencegah dan menurunkan stunting di Kabupaten Demak.

Hal itu dilakukan menyusul masih terdapat kasus stunting di 10 desa. Bupati Demak Hj Eisti'anah menuturkan, stunting merupakan masalah nasional yang harus mendapat penanganan serius. Sebab, stunting dapat mempengaruhi kualitas SDM.

"Semua OPD terkait termasuk pemerintah desa kami minta agar bersama-sama mengupayakan pencegahan dan penurunan stunting," katanya saat membuka Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Demak, di Pendapa Kabupaten, Selasa (3/8).

Acara dihadiri Wakil Bupati KH Ali Makhsun, Sekda Singgih Setyono, Kepala Bappedalitbang Suhasbukit, Kepala Dinkes Demak Guvrin Heru Putranto. Kegiatan yang dilangsungkan secara virtual tersebut dadir pula para kepala OPD, Camat dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Demak.

Baca Juga: Belanja di Pasar Beringharjo, Cek Dulu di Tokopedia

Bupati menambahkan, dampak yang ditimbulkan stunting sangat luas dan permanen karena bisa membuat terganggunya perkembangan jaringan otak pada anak yang stunting sehingga berpengaruh terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia ke depan.

"Kita semua harus menyelematkan masa depan generasi penerus bangsa agar sehat, normal dan berdaya saing tinggi," tutur bupati.

Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupate Demak yang juga Ketua Penyelenggara Rembug Stunting, dr Anggoro Karya Adisarsono menyampaikan, bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbul pada balita karena kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya. Kendati stunting dipengaruhi sejak bayi pada masa kandungan dan pada awal lahir, namun baru tampak setelah usia 2 tahun.

Baca Juga: Input ke Aplikasi Smile Butuh Waktu Lama, Ganjar: Harus Ada Integrasi Data

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perempuan Nelayan Jadi Tumpuan

Jumat, 31 Desember 2021 | 15:32 WIB

Bayar PBB-P2 Tepat Waktu, Warga Gajah Dapat Mobil

Kamis, 23 Desember 2021 | 21:09 WIB

Kerukunan Beragama Jadi Alat Pemersatu Bangsa

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:24 WIB
X