Input ke Aplikasi Smile Butuh Waktu Lama, Ganjar: Harus Ada Integrasi Data

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 18:20 WIB
TINJAU: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meninjau Labkesda sama Public saffety center (PSC) 119 di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Selasa (3/8). (suarameedeka.com/Moh Khabib Zamzami)
TINJAU: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meninjau Labkesda sama Public saffety center (PSC) 119 di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Selasa (3/8). (suarameedeka.com/Moh Khabib Zamzami)

Saat bertolak ke Grobogan, Selasa (3/8) Ganjar, melihat ada dua sistem yang perlu dikoreksi. Pertama Pcare, yakni aplikasi yang digunakan untuk menyimpan data setelah orang divaksin. Setiap yang datang, divaksin langsung diinput.

Baca Juga: Kemenkes: Terlambat Vaksinasi Kedua Tak Pengaruhi Efektivitas Vaksin Pertama

"Ini (Pcare) sebenarnya adalah data paling riil. Sementara pusat yang dipakai acuan data dari aplikasi Smile. Ternyata butuh waktu lama untuk mengisi ke aplikasi Smile, mulai disuntik, direkap di aplikasi Pcare, baru dilaporkan. Lha ini kalau belum diinput di Smile, maka dibaca dan dianggap stok masih banyak," terangnya.

Saat mengecek vaksinasi di Desa Wolo, Ganjar menemukan titik persoalannya. Ternyata, setiap acara vaksinasi, semua data diinput secara langsung melalui aplikasi Pcare. Baru setelah itu, data diinput melalui aplikasi Smile.

"Lha kenapa tidak ke Smile pak, kan itu pusat melihatnya pakai itu," tanya Ganjar ke petugas.

Untuk mengantisipasi hal itu, Ganjar mengusulkan agar ada integrasi data. Ganjar meminta pemerintah pusat untuk juga melihat proses vaksinasi di aplikasi Pcare.

"Karena itu lebih realtime. Nanti kami evaluasi dengan Dinkes dan akan kami usulkan. Kebetulan pak Menkes tadi telpon, jadi sekaligus kami umumkan," tegasnya.

Ganjar berharap ke depan tak lagi ada ribut-ribut soal perbedaan data. Yang perlu diributkan saat ini adalah seberapa cepat warga divaksin.

"Biar energinya tidak dibuang untuk perdebatan yang tidak penting lagi, karena kita bisa memperbaiki itu," katanya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Artikel Terkait

Terkini

Kauman Kampung Quran Jadi Jejak Syiar Peradaban Islam

Senin, 24 Januari 2022 | 07:45 WIB

Omicron Masuk Jawa Tengah

Sabtu, 22 Januari 2022 | 01:18 WIB
X