Angka Partisipasi Pemilih Dibawah Target

- Jumat, 29 Juni 2018 | 21:00 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

Mengenai proses Pilkada yang sudah berlangsung, ia menyatayakan ada beberapa persoalan yang sebenarnya menghinggapi pilkada langsung tersebut. Mulai dari akun-akun anonim, kampanye negatif dan hitam, hingga kurangnya evaluasi kinerja pertahana oleh lawan. 

''Pada kondisi yang demikian, sebenarnya kita dihadapkan pada pertanyaan, apa benar pilkada ini penting untuk publik?" Saya pribadi dengan mengamati media sosial dan perbincangan di sesama akademisi dan kolega yang umum cukup pesimistis ada partisipasi riil dari publik atas pelaksanaan pilkada. Termasuk apa yang tersaji di Jawa Tengah,'' paparnya. 

Menurutnya keberadaan akun bodong yang ikut menyebarkan berita fitnah, dan juga penyebaran info yang tidak valid menyebabkan masyarakat tidak fokus pada kinerja untuk kebijakan, melainkan disibukkan pada isu-isu yang tidak jelas. 

''Pilkada Jateng saya kira sudah berjalan baik, itu patut diapresiasi. Kegaduhan yang sempat terjadi di beberapa pilkada lain, tidak muncul di Jawa Tengah. KPUD, Bawaslu dan aparat yang mengamankan pilkada langsung memang sudah bekerja baik. Tapi memang kita kurang bisa mengeksplore inovasi kebijakan apa yang akan ditawarkan kedua calon,'' tuturnya.

Pengamat politik Undip Yuwanto PhD tak memungkiri, semarak kampanye Pilgub kali ini tidak lebih ramai dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Hal ini dianggap salah satu faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam memilih.

Dia mengamati, pada kontestasi Pilkada, masyarakat cenderung melihat calon kepala daerah berdasarkan popularitas. Popularitas calon masih diyakini mampu mendongkrak perolehan suara dari pada program yang ditawarkan.

"Ini sebagai realitas politik yang tidak bisa dihindari. Ada kecenderungan juga, tiap calon membidik suara di daerah basis pendukung lawan," kata Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan FISIP Undip itu.

Menurutnya, ada kesamaan pola kampanye yang dilakukan masing-masing pasangan calon selama masa tahapan kampanye.

"Yang membedakan adalah segmen pemilih yang dituju," imbuhnya.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo menyatakan, pihaknya telah terus berupaya meningkatkan jumlah partisipasi pemilih pada penyelenggaraan Pilgub Jateng 2018 ini.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

Kampung Tangguh Antinarkoba Salatiga Diresmikan

Kamis, 28 Oktober 2021 | 21:07 WIB

34 Pohon di Semarang Tumbang Akibat Cuaca Buruk

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:39 WIB

Langgar Jam Operional, Enam Tempat Karaoke Disegel

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:17 WIB

Pemkab Demak Apresiasi Akreditasi 502 TPQ

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:36 WIB
X