Warning ! Pelaku Politik Uang Bisa Dipidana

- Kamis, 3 November 2022 | 07:19 WIB
Ketua Bawaslu Jateng periode 2017- 2022, M Fajar SAK Arif  menyampaikan materi dalam  sosialisasi pengawasan partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Semarang, Selasa (1/11/2022) di Griya Yodesiya Bergas. (SM/Moch Kundori)
Ketua Bawaslu Jateng periode 2017- 2022, M Fajar SAK Arif  menyampaikan materi dalam  sosialisasi pengawasan partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Semarang, Selasa (1/11/2022) di Griya Yodesiya Bergas. (SM/Moch Kundori)


UNGARAN, suaramerdeka.com - Ketua Bawaslu Jateng periode 2017- 2022, M Fajar SAK Arif  mengimbau kepada masyarakat untuk berani menolak politik uang yang selalu muncul di setiap menjelang Pemilu.

Selain menolak, masyarakat juga diminta berani melaporkan ke Bawaslu jika ditemui praktik kotor dalam pemilu ini.

Politik uang biasanya terjadi saat hari tenang jelang Pemilu.
Baca Juga: Pemilu 2024 Masih Dihantui Politik Uang dan Netralitas ASN

Di saat hari tenang itulah, jajaran Bawaslu juga tidak boleh ikut tenang.

"Kami sibuk mengawal untuk mencegah terjadinya politik uang di level kecamatan dan desa," katanya  kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam sosialisasi pengawasan partisipatif dengan tema "Mewujudkan Semangat Sumpah Pemuda dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024", di Griya Yodesiya Bergas Kabupaten Semarang.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Semarang ini diikuti 75 peserta dari lintas elemen masyarakat.
 
Baca Juga: Jika Pemilu Dilakukan Saat Ini, Perolehan Suara Parpol Anggota KIB Turun, Ada Beberapa Faktor

Antara lain organisasi masyarakat, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, awak media, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan.

Organisasi perempuan, organisasi kemahasiswaan, perkumpulan masyarakat, komunitas di bidang seni dan budaya, serta elemen masyarakat lainnya di Kabupaten Semarang.

Menurut Fajar, selain masyarakat harus berani menolak dan melaporkan politik uang, penindakannya juga harus tegas.
 
Baca Juga: Susi, ART Putri Candrawathi Diduga Berbohong Saat Jadi Saksi, Bisa Terjerat Tindak Pidana, Hukumannya 7 Tahun

Ini untuk memberi efek jera dengan hukuman pidana bagi pelaku politik uang itu.  

Di satu sisi, Fajar menekankan,  dalam tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 peran pemuda sangat dibutuhkan dalam mengawal jalannya demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, peran serta aktif pemuda sangatlah dibutuhkan dalam mengawal dan menjaga jalannya demokrasi di Indonesia.

Hal tersebut bisa diwujudkan melalui dua aspek.

Pertama aspek kompetisi yakni para pemuda menjadi peserta pemilu, tim kampanye dan sebagainya. 

Kedua aspek partisipasi yakni para pemuda menggunakan hak pilih secara bijak.

"Menjadi penyelenggara pemilu, mengawasi atau memantau pemilu, serta melakukan sosialisasi dan sebagainya, " katanya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Muhammad Talkhis saat membuka acara menyampaikan bahwa sosialisasi yang digelar sebagai sebuah bentuk ikhtiar dari Bawaslu Kabupaten Semarang.

Yakni untuk mengambil semangat sumpah pemuda dalam upaya menjaga demokrasi di negara Indonesia. 

Khususnya pada tahapan Pemilu yang tengah berlangsung.

Sosialisasi pengawasan partisipatif digelar dengan mengambil semangat sumpah pemuda.

"Tujuannya untuk menjadi alat dalam membangun dan merawat demokrasi di NKRI," kata Talkhis. 



Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X