Majelis Masyayikh Sepakati Standar Mutu Pesantren, Sosialisasikan Undang-Undang Pesantren di Kendal

- Selasa, 1 November 2022 | 17:47 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda (PPMH) Kajen Margoyoso, Pati Dr KH Abdul Ghofar Rozin MEd (tiga dari kiri) bersama para pembicara menyampaikan sosialisasi Undang-Undang Pesantren di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal. (SM/dok)
Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda (PPMH) Kajen Margoyoso, Pati Dr KH Abdul Ghofar Rozin MEd (tiga dari kiri) bersama para pembicara menyampaikan sosialisasi Undang-Undang Pesantren di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal. (SM/dok)

 

KENDAL,suaramerdeka.com - Majelis Masyayikh (MM) menyepakati standar mutu pendidikan di pondok pesantren.

“Keberhasilan dari mutu pesantren harus muncul dengan hadirnya Majelis Masyayikh, bukan berarti ada akreditasi tetapi ada kesamaan nilai bersama yang disepakati,''

''Selain itu, penguatan lulusan pesantren menjadi fokus MM,’’ kata pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda (PPMH) Kajen Margoyoso, Pati Dr KH Abdul Ghofar Rozin MEd.

Dia mengatakan hal itu dalam Sosialisasi Undang-Undang Pesantren nomor 18 tahun 2019 di komplek Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal.

Baca Juga: FKPP Siap Jadikan Pondok Pesantren Tempat Pembangunan SDM Tangguh Cinta NKRI

Selain Gus Rozin, tampil sebagai pembicara Ketua Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (Aspendif) KH. Fadhlullah Turmudzi dan anggota Majelis Masyayikh KH Jam’an Nur Khotib.

Majelis Masyayih merupakan lembaga mandiri dan independen sebagai perwakilan Dewan Masyayikh dalam merumuskan dan menetapkan sistem penjaminan mutu Pendidikan Pesantren.

Gus Rozin menjelaskan, layanan MM di antaranya Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ula, Wustha dan Ulya, Pendidikan Muadalah Ula, Wustha dan Ulya, Ma’had Aly dan Pengkajian Kitab Kuning.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus DBD di Kendal Tinggi, 6 Orang Meninggal Dunia

Senin, 9 Januari 2023 | 20:37 WIB
X