Sinergi Pertamina-BPBD-FPRB, Inisiasi Satuan Pendidikan Aman Bencana di Semarang

- Senin, 31 Oktober 2022 | 14:25 WIB
Kegiatan pelatihan tanggap bencana yang dinisiasi Pertamina di SMA 10 Semarang. (suaramerdeka.com / dok Pertamina)
Kegiatan pelatihan tanggap bencana yang dinisiasi Pertamina di SMA 10 Semarang. (suaramerdeka.com / dok Pertamina)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebagai upaya tanggap bencana di lingkungan sekolah, Pertamina menginisiasi pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Kota Semarang.

Hal itu dijalankan dengan berinsergi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Semarang.

Ini dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 17-20 Oktober di MTs Negeri 1 Semarang dan pada 24-27 Oktober di SMA Negeri 10 Semarang.

Baca Juga: Subhanallah! Bunga Biru di Pekarangan Ini Manfaatnya Segudang, Awas Jangan Asal Ditebang

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan program CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Pertamina di sekitar unit operasi, dalam hal ini Intergrated Terminal Semarang.

Menurut Brasto, bencana yang terjadi tanpa terduga kerap memberikan dampak terhadap kelangsungan kehidupan, tanpa terkecuali aspek pendidikan di lingkungan sekolah yang mungkin terhenti akibat bencana.

“Satuan Pendidikan Aman Bencana merupakan sebuah program jaminan perlindungan yang diarahkan bagi dunia pendidikan dengan membangun budaya siaga dan aman di sekolah, yang diharapkan dapat terwujudnya ketangguhan, ketahanan dunia pendidikan dan warga sekolah dalam menghadapi bencana,” jelasnya.

Baca Juga: Ternyata SPT Pajak Bisa Dilaporkan Secara Online, Begini Caranya

Brasto menambahkan, satuan pendidikan diharapkan menjadi salah satu sasaran untuk menjadi media tular informasi, pengetahuan, ketrampilan dalam menghadapi bencana hingga pembentukan karakter generasi melek bencana serta terbangunya mitigasi bencana.

“Dengan demikian dapat meminimalisir risiko dampak bencana yang mungkin terjadi kepada dunia Pendidikan dengan melibatkan peran guru, siswa, hingga orang tua siswa yang tergabung dalam komite di sekolah,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X