Detak Denyut Ekonomi di Bekas Relokasi Pasar Johar

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 21:23 WIB
Pedagang di Pasar Relokasi Johar di lahan MAJT masih berjualan, Kamis (27/10/2022). Para pembeli berdatangan mencari barang yang diinginkan.  (SM/Hendra Setiawan)
Pedagang di Pasar Relokasi Johar di lahan MAJT masih berjualan, Kamis (27/10/2022). Para pembeli berdatangan mencari barang yang diinginkan. (SM/Hendra Setiawan)

SEMARANG,suaramerdeka.com – Setelah Pasar Johar terbakar tahun 2015 silam, lahan di sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dipilih sebagai tempat penampungan sementara para pedagang.

Kawasan seluas 6 hektar milik Masjid Agung Semarang itu disulap menjadi Relokasi Pasar Johar.

Sejak saat itu, kawasan tersebut tumbuh menjadi pusat perekonomian baru di Kota Semarang.

Baca Juga: Fondasi Perekonomian Baru Terus Dibangun Pemerintahan Jokowi

Pasar relokasi pun menjadi jujugan belanja warga kota. Pedagang pun betah. Menurut Ketua Yayasan Badan Pengelola (BP) Masjid Agung Semarang (MAS), Khammad Ma’sum, hal itu karena lapak dan kios yang ditempati pedagang besar-besar.

''Pedagang nyaman berjualan di sana, mungkin karena tempatnya yang luas. Besar-besar,’’ ujar lelaki yang akrab disapa Gus Khammad itu.

Setelah berlangsung tujuh tahun, perbaikan Pasar Johar selesai. Pasar heritage tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo pada Rabu 5 Januari tahun 2022.

Baca Juga: Permainan Ketapel Heritage Masa Kecil Yang Kini Digandrungi dan Di Buru Oleh Berbagai Kalangan

Pasar Johar Utara menelan biaya Rp 146 miliar. Sementara Pasar Johar Selatan menghabiskan anggaran Rp 103 triliun.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X