SEMARANG,suaramerdeka.com - Dandim 0733 Kota Semarang Kol Inf Honi Havana mengajak 75 anak Rusunawa Kudu didampingi perwakilan orang tua, berwisata ke tempat bersejarah dan budaya di Kota Semarang.
Kunjungan wisata yang merupakan rangkaian TMMD Reguler 115 Kodim 0733 KS ini digelar, belum lama ini.
Rombongan yang dipimpin Pasi Teritorial Mayor Inf Sukapta dan Danramil 02 Mayor Inf Mubarok itu berkunjung ke Museum Juang Mandala Bhakti, Kelenteng Sam Poo Kong, dan Museum Ronggo Warsito.
Baca Juga: TMMD Salatiga Ajak Masyarakat Membangun Kelurahan
Kegiatan nonfisik wisata kebangsaan di tiga lokasi tersebut, sejalan dengan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), yakni Komunikasi Sosial dan Pembinaan Pertahanan.
Di Museum Ronggowarsito, Mayor Inf Sukapta menjelaskan perjalanan Jenderal Sudirman dalam mengusir penjajah Belanda.
"Dalam kondisi ditandu karena sakit, Jenderal Sudirman pantang menyerah bergerilya melawan tentara Belanda,''
Baca Juga: Piala Sudirman 2021: Ditumbangkan Malaysia, Indonesia Gagal Menuju Semifinal
''Karena itu, anak-anak perlu meneladani semangat perjuangan para pahlawan kita dahulu," terang Sukapta sembari menunjuk replika tandu yang menjadi koleksi museum tersebut.
Usai berkeliling ke tiga objek wisata, rombongan dijamu makan siang oleh Dandim 0733 Kol Inf Honi Havana, di aula Makodim diselingi kegiatan sarasehan tentang makna dan arti Pancasila.
"Melalui Wisata Kebangsaan ini kami berharap anak-anak bisa teredukasi tentang sejarah perjuangan bangsa, sehingga akan memupuk rasa cinta Tanah Air dan semangat patriotisme," papar Dandim.
Anak-anak sebagai penerus bangsa, lanjut Dandim, juga harus bisa memahami arti ber-Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya menjaga toleransi, saling menghormati dan menghargai, serta menjaga persatuan dan persatuan bangsa.
Baca Juga: Warga Tambakrejo Menolak Pindah ke Rusunawa Kudu
Kegiatan TMMD Regular 115 yang dibuka oleh Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti ini dipusatkan di Rusunawa Kudu, Kelurahan Genuk, Kaligawe Semarang yang dihuni oleh 790 kepala keluarga.
Artikel Terkait
Masjid Juga Sebagai Tempat Pendidikan dan Kegiatan Masyarakat
Peringati Hari Santri Nasional Tahun 2022, Kalapas : Diharapkan Mampu Tingkatkan Keimanan Narapidana
Sekitar 600 Pedagang Memilih Bertahan di Bekas Pasar Relokasi Johar MAJT
7 Kelurahan di Semarang Masuk Prioritas Penanganan Kemiskinan, Mana Saja ?
Horison Ultima dan Bambang RSD Gelar Aksi Berbagi, Kunjungi Panti Asuhan Cacat Ganda Al Rifdah
Ahmad Daroji : Pemkot Semarang Sebaiknya Ingat Sejarah Persoalan Bekas Pasar Relokasi Johar di MAJT