Tren Covid-19 di Jateng Tunjukkan Penurunan, Ganjar Minta Jangan Lengah

- Senin, 2 Agustus 2021 | 22:12 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyapa warga yang menjalani isolasi mandiri di Kampung Sidoarjo, Kecamatan Cepu, dalam kunjungannya di Blora, Kamis 24 Juni 2021. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyapa warga yang menjalani isolasi mandiri di Kampung Sidoarjo, Kecamatan Cepu, dalam kunjungannya di Blora, Kamis 24 Juni 2021. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan tren kasus COVID-19 di provinsi itu menunjukkan penurunan meskipun belum membaik.

"Saya senang dapat laporan tenda-tenda di rumah sakit sudah dibongkar. Hari ini tenda di Rumah Sakit Tugurejo sudah dibongkar, BOR juga sudah aman, tapi saya katakan jangan lengah dan tetap disiplin tinggi," katanya usai memimpin Rapat Evaluasi Penanganan COVID-19 di Semarang, Senin (2/8).

Meski jumlah kasus COVID-19 menunjukkan angka penurunan, Ganjar mengatakan semua pihak harus tetap siaga sebab menurutnya kalau tambahan kasus masih ribuan, maka itu belum bisa dikatakan baik.

Baca Juga: Menpora Bersyukur dengan Torehan Greysia/Apriyani

"Kalau sehari tambah 87 kasus, di bawah 100 itu baru baik. Kalau masih ribuan ya belum baik, maka saya minta jangan lengah, kita butuh disiplin tinggi agar menurunnya tajam," ujarnya.

Ganjar juga mengomentari terkait berita beberapa waktu lalu yang menyebut kasus COVID-19 di Jateng tertinggi nasional karena menurutnya itu adanya data tertunda yang diinjeksi.

"Data menjadi perbincangan, Jateng tertinggi, wah ramai sekali. Saya bilang, gak papa, 'wong' itu ada data 'delay', Ada data yang diinjek ke sana," katanya.

Baca Juga: Danrem 081/DSJ Dampingi Panglima TNI Cek Penerapan Silacak di Nganjuk dan Madiun

Menurut Ganjar, masih ada data kasus dari Jateng yang belum terlaporkan ke pusat dan itu jumlahnya banyak.

"Maka data Jateng lebih tinggi dari data pusat. Yang terjadi, setelah data itu diklarifikasi, biasanya dari pusat dimasukkan. Itulah yang kita sebut data injek. Jadi disuntikkan karena dulu belum. Itu yang terjadi sehingga kadang-kadang datanya seperti itu," tegasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

DLH Kota Semarang Tetapkan 15 Sekolah Adiwiyata 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:51 WIB
X