Tanamkan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan, SMP N 34 Semarang Gelar Peringatan Maulid Nabi

- Jumat, 14 Oktober 2022 | 18:29 WIB
Pemuka agama asal Semarang, KH Agus Syuqron menyampaikan nasihat pada kegiatan peringatan maulid nabi yang diadakan oleh SMP N 34 Semarang di Masjid Hidayatut Thulab, kompleks sekolah tersebut, Jalan Tlogomulyo Pedurungan, Jumat 14 Oktober 2022. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Pemuka agama asal Semarang, KH Agus Syuqron menyampaikan nasihat pada kegiatan peringatan maulid nabi yang diadakan oleh SMP N 34 Semarang di Masjid Hidayatut Thulab, kompleks sekolah tersebut, Jalan Tlogomulyo Pedurungan, Jumat 14 Oktober 2022. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penanaman pendidikan karakter kepada peserta didik dinilai bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan positif, salah satunya melalui kegiatan keagamaan.

SMP Negeri 34 Kota Semarang misalnya, menggelar kegiatan keagamaan berupa peringatan Maulid Nabi di Masjid Hidayatut Thulab, kompleks sekolah tersebut, Jalan Tlogomulyo Pedurungan, Jumat 14 Oktober 2022.

Kepala SMP N 34, Drs Nanang Sungkowo menyatakan, melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin menanamkan pendidikan karakter, sekaligus membentuk profil pelajar pancasila yang religius.

Baca Juga: 15 Ribu Zahir Mania Semarakkan Peringatan Maulid Nabi di MAJT Obati Kerinduan Bershalawat

"Selama dua tahun belakang, siswa belajar di rumah karena masa pandemi. Pada kondisi itu, secara materi pengetahuan bisa didapatkan, namun untuk akhlak dan pendidikan karakter belum bisa maksimal," kata Nanang.

Menurutnya, karakter peserta didik bisa dibentuk melalui pembiasaan. Karena itu, sekolah secara konsisten melatih anak dengan hal positif secara berulang-ulang.

"Demikian pula terkait dengan nasionalisme. Kami selalu menanamkan budaya positif dengan menggelar upacara bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan di sekolah kami," ujarnya.

Baca Juga: Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Makassar: Dengan Telur Warna-Warni dan Songkolo

Terkait kegiatan keagamaan, sekolah juga secara kontinu atau berkelanjutan mengadakan pembacaan asmaul husna di lingkungan sekolah.

"Kami juga membentuk kelompok siswa berkenaan dengan kepedulian lingkungan. Langkah ini bagian dari kesiapan sekolah kami menuju adiwiyata tingkat nasional," sebutnya.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lontong Cap Go Meh Simbol Pembauran dan Kerukunan

Senin, 6 Februari 2023 | 18:23 WIB
X