Penerbitan Sertifikat Tanah Wakaf Diprioritaskan oleh Kementrian ATR/ BPN

- Senin, 2 Agustus 2021 | 20:17 WIB
Ketua Yayasan Islam Pandanaran, Ahmad Daroji, dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, Sigit Rachmawan, menunjukkan sertifikat tanah wakaf yang diatasnya berdiri bangunan SMK Palapa Mijen, Senin 2 Agustus 2021. (Suaramerdeka.com Hari Santoso )
Ketua Yayasan Islam Pandanaran, Ahmad Daroji, dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, Sigit Rachmawan, menunjukkan sertifikat tanah wakaf yang diatasnya berdiri bangunan SMK Palapa Mijen, Senin 2 Agustus 2021. (Suaramerdeka.com Hari Santoso )

SEMARANG, Suaramerdeka.com - Kementrian Agraria Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) memberikan prioritas untuk penerbitan sertifikat bagi keberadaan tanah wakaf. Seiring dengan itu sudah diterbitkan sebanyak 2.000 sertifikat tanah wakaf dan tempat ibadah di Kota Lumpia.

“Semenjak ada instruksi dari kementrian di akhir 2018 lalu, Kantor Pertanahan Kota Semarang membentuk tim. Kami pun bergerak mendata dan menindaklanjuti permohonan untuk penerbitan sertifikat tanah wakaf dan tempat ibadah,”kata Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang Kementrian Agraria Tata Ruang /Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sigit Rachmawan Adhi, ST MM di Kantor Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang, Senin 2 Agustus 2021.

Baca Juga: Bangun MV2, Pindad Intensif Kembangkan Ceruk Rantis Ringan

Dia berbicara ditengah acara penyampaian sertifikat tanah wakaf kepada yayasan pengelola sekolah vokasi. Forum itu dihadiri Ketua Dewan Yayasan Islam Pandanaran KH Dr Ahmad Daroji, Sekretaris Yayasan, M Arifin, MSi, dan Kepala SMK Palapa Mijen, Soedjatmoko. Selebihnya hadir sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Pertanahan Kota Semarang.

Dia, menambahkan pelayanan penerbitan sertifikat semakin maksimal ditunjang kehadiran program pendaftaran tanah sistematis lengkap(PTSL).

Kebijakan ini bagian dari memberi jaminan kepemilikan, meningkatkan kesejahteraan, dan menghindari sengketa atas tanah.

Ditargetkan dengan sistem dan aplikasi berbasis teknologi modern maka semua tanah wakaf dan tempat ibadah sudah dapat diterbitkan sertifikat di 2023 nanti.

Baca Juga: Menkes Budi: 258 Juta Vaksin Covid Akan Tiba di Indonesia Hingga Akhir Tahun

Ahmad Daroji yang juga merupakan Ketua MUI Jateng, memberikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan Kantor Pertanahan Kota Semarang. Kini pihaknya telah memiliki kepastian hukum atas tanah yang diatasnya dipakai kepentingan memajukan dunia pendidikan di Tanah Air.

Adapun Arifin menjelaskan pengurusan sertifikat tanah wakaf tergolong sangat cepat, butuh waktu hanya tiga bulan dan tanpa dipungut biaya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB
X