Istri 'Dikorbankan' Dalam Kasus Korupsi PPH 21, Suami Minta Keadilan dan Pertanggungjawaban Pejabat

- Rabu, 12 Oktober 2022 | 05:41 WIB
Keluarga Sugeng Budiyanto memberikan keterangan pers terkait kejanggalan kasus   yang menimpa istrinya Asri Murwani, disertai bukti-bukti dokumen. (SM/Surya Yuli P)
Keluarga Sugeng Budiyanto memberikan keterangan pers terkait kejanggalan kasus yang menimpa istrinya Asri Murwani, disertai bukti-bukti dokumen. (SM/Surya Yuli P)


SALATIGA,suaramerdeka.com -  Keluarga terpidana Asri Murwani (62) dalam kasus korupsi Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPH 21) senilai Rp 12,5 miliar, menuntut keadilan kepada sejumlah pihak.

Keluarga merasa Asri Murwani telah dikorbankan dalam kasus tersebut.

Asri merupakan staf bendahara di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pemkot Salatiga atau dulu bernama Badan Keuangan Daerah (BKD) dan sempat
bernama Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD).

Baca Juga: Mutasi Jabatan Dinilai Janggal, Komisi I DPRD Purworejo Panggil BKD dan Asisten

Dia didakwa melakukan korupsi Rp 12,5 miliar dari pajak yang dikenakan terhadap penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain yang diterima pegawai.

''Saya menuntut keadilan atas apa yang dialami istri saya. Sampai dengan saat ini istri saya dianggap telah korupsi uang PPH 21 senilai Rp 12,5 miliar dan hanya istri saya yang terkena kasus ini,''

''Padahal hanya seorang staf Bendahara di DPKD atau BPKPD Pemkot Salatiga,''

''Sementara beberapa pejabat dan pimpinan istri saya yang memiliki kuasa penuh, tidak tersentuh persoalan ini,'' kata Sugeng Budiyanto (66), suami Asri Muwarni, Selasa (11/10).

Baca Juga: Kuat Maruf dan Putri Candrawathi Ketahuan ML di Magelang, Brigadir J Dikorbankan

Sugeng Budiyanto kecewa, selain istrinya dikorbankan dan kasus tersebut, pengungkapkan hanya sampai pada istrinya.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X