Janda Tua Pilih Dapat Sembako daripada Suami Muda dan Ganteng

- Jumat, 30 Juli 2021 | 22:37 WIB
LBH Petir Jateng berikan bantuan sembako./suaramerdeka.com/dok
LBH Petir Jateng berikan bantuan sembako./suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Suasana berbeda dan unik terlihat di Jalan Pergiwati 1 Nomor 19, Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, Rabu, 28 Juli 2021.

Bagaimana tidak, lebih dari 60 janda tua, duduk beralaskan tikar berjajar rapi dengan jarak 1 meter dan bermasker, sambil berjemur bersama sejak pukul 07.30 WIB di depan rumah tersebut.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Penyambung Titipan Rakyat (LBH Petir) Jateng, Zainal Abidin Petir mendampingi mereka menunggu kedatangan rombongan dari RSUD Wongsonegoro Semarang yang akan memberikan bantuan sembako.

Baca Juga: Inggris Siap Kirim 600.000 Dosis Vaksin AstraZeneca ke Indonesia

Sekitar pukul 08.15, dokter Susi Herawati MKes, direktur RSUD Wongsonegoro didampingi Wakil Direktur, dokter Lia dan rombongan tiba di lokasi.

"Saya sangat berterima kasih atas kepedulian RSUD Wongsonegoro di tengah kesibukan berjibaku mengurus pasien covid, masih memikirkan nasib orang kecil. Ini perlu ditiru pejabat negara lain, jangan sibuk pencitraan saja tapi langsung temui rakyat," ujar Zainal Petir yang juga Komisioner Komisi Informasi Jateng ini.

Komunitas janda tua di atas rata-rata 60 tahun ini mengaku sangat senang atas perhatian dari RSUD Wongsonegoro Semarang.

Mbah Darmi, 92 th, warga Pergiwati 4 ketika ditanya Zainal Petir mengaku lebih senang diberi beras dan uang daripada mendapatkan suami muda dan ganteng.

Baca Juga: BSU Dicairkan Langsung ke Rekening Penerima, Ini Besaran dan Syarat-syaratnya

"Mbah, pingin sembako nopo bojo ganteng sing enom?” tanya Zainal Petir.

“Kula nggih milih sembako mawon, plong rasane, saged kangge maem,” jawab Mbah Darmi lugu disambut gelak tawa janda-janda lain.

Dokter Susi mengatakan pemberian sembako dan uang Rp 100 ribu ini merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

Baca Juga: Update Covid 29 Juli: Pasien Sembuh Bertambah 44.550, Total Kesembuhan Tembus 2.7 Juta

“Dana ini iuran dari teman-teman tenaga kesehatan di lingkungan RS Wongsonegoro. Kami memberikan kepada eyang janda-janda sepuh di sini. Sesuai arahan Wali Kota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi agar bergerak bersama untuk membantu masyarakat di saat pandemi covid-19," jelas dokter Susi.

Bantuan sebanyak 200 paket sembako, selain diberikan pada janda tua, juga ditujukan untuk tukang pungut sampah, tukang parkir, dan abang becak di kawasan Pasar Surtikanti, Bulu Lor, Semarang Utara.

Zainal Petir menambahkan, LBH Petir akan selalu konsen pada pendampingan rakyat miskin dan advokasi kebijakan publik.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X