Heboh, Warga Banjarejo Temukan Kepingan Logam, Diduga Berusia Ratusan Tahun

- Jumat, 30 Juli 2021 | 16:02 WIB
Kepala Desa Banjarejo yang juga Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Grobogan, Ahmad Taufik memperlihatkan kepingan logam yang diduga berusia ratusan tahun.suaramerdeka.com/dok
Kepala Desa Banjarejo yang juga Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Grobogan, Ahmad Taufik memperlihatkan kepingan logam yang diduga berusia ratusan tahun.suaramerdeka.com/dok

GROBOGAN, suaramerdeka.com - Sutrisno (34) warga Desa Banjarejo Kecamatan Gabus menemukan 27 kepingan berbentuk persegi panjang yang terbuat dari logam.

Logam tersebut diduga merupakan welahan (lembaran) yakni bagian dari alat musik gamelan kuno yakni saron, demung dan peking yang berasal dari masa Mataram Islam sekitar 400 tahun yang lalu.

"Perkiraan saya pribadi benda tersebut berasal dari era Mataram Islam abad 16. Namun untuk kepastiannya masih menunggu ahlinya," ujar Kepala Desa Banjarejo, Ahmad Taufik, Jumat (30/7).

Baca Juga: Tekan Kasus Covid-19, PDI Perjuangan Jabar Gandeng Warung Makan Layani Warga Isoman

Welahan tersebut memiliki panjang dan lebar dengan ukuran yang berbeda-beda. Welahan terpanjang berukuran 32 cm dengan lebar 28 cm.

Sementara welahan paling kecil memiliki panjang 15 cm dengan lebar 5 cm.

Kondisi welahan tersebut masih kotor karena tertutup tanah. Namun, ada satu welahan yang sempat dibersihkan, warnanya kuning.

"Paling besar beratnya mencapai 2,5 kg, sedangkan yang paling kecil beratnya 1 kg. Dilihat dari kondisinya sepertinya terbuat dari perunggu," jelasnya.

Baca Juga: Legislator Ace Hasan: Penyaluran BST secara Kolektif di Kelurahan Rawan Penyelewengan

Ahmad Taufik yang juga Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Grobogan tersebut mengungkapkan, benda tersebut ditemukan Sutrisno ketika sedang mencangkul tanah untuk persiapan menanam palawija di lahan miliknya di Dusun Medang.

Namun, cangkul Sutrisno tiba-tiba mengenai sebuah logam yang terbuat dari perunggu.

"Setelah digali lebih dalam hingga kedalaman 60 sentimeter. Sutrisno menemukan benda yang sama. Hingga akhirnya terkumpul sebanyak 27 logam welahan.

Baca Juga: Kebakaran di Desa Tambirejo, Agus Alami Kerugian Capai Rp 100 juta

Peristiwa penemuan tersebut terjadi pada Minggu (25/7). Sutrisno lantas melaporkan ke balai desa keesokan harinya.

Kini, welahan tersebut diamankan di rumah fosil Banjarejo.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Muslimat dan Fatayat Dilatih Pemulasaraan Jenazah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:25 WIB

Pemkab Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Orang Asing

Jumat, 24 September 2021 | 20:29 WIB
X