Stok Terbatas, Bupati Grobogan: Realisasi Cakupan Vaksin Dosis Pertama Hanya 12,5 Persen

- Jumat, 30 Juli 2021 | 13:53 WIB
Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengikuti Rapat Virtual Pendampingan penanganan Covid-19 yang melibatkan 128 pimpinan daerah kabupaten/kota seJawa-Bali oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan, Jumat (28/7). (suaramerdeka.com/Khabib Zamzami)
Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengikuti Rapat Virtual Pendampingan penanganan Covid-19 yang melibatkan 128 pimpinan daerah kabupaten/kota seJawa-Bali oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan, Jumat (28/7). (suaramerdeka.com/Khabib Zamzami)

GROBOGAN, suaramerdeka.com - Realisasi cakupan vaksinasi di Kabupaten Grobogan masih sangat rendah. Cakupan vaksin dosis pertama baru mencapai 12,57 persen sedangkan dosis kedua hanya 6,23 persen. Rendahnya capaian tersebut disebabkan stok vaksin yang terbatas.

Hal itu disampaikan Bupati Grobogan, Sri Sumarni dalam Rapat Virtual Pendampingan penanganan Covid-19 yang melibatkan 128 pimpinan daerah kabupaten/kota seJawa-Bali oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan, Jumat (28/7).

"Vaksin untuk remaja belum dimulai. Saat ini vaksin yang masih tersedia hanya 977 vial untuk dosis kedua," katanya.

Baca Juga: Modernisasi Layanan, Menteri PUPR: Mulai Awal 2023, Kendaraan ODOL Dilarang Masuk Tol

Sri Sumarni menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Grobogan menargetkan untuk memvaksin sebanyak 1.140.272 orang. Rinciannya yaitu tenaga kesehatan 4.746 orang, petugas pelayanan publik 82.791 dan lansia 147.07. Kemudian masyarakat rentan dan umum 772.303 orang. "Remaja 133.361 orang," sambungnya.

Di hadapan Tim Pakar Satgas Covid-19 pusat, Bupati Grobogan tersebut menyampaikan beberapa kendala yang masih dialami dalam usaha penggenjotan vaksin di wilayahnya.

"Stok vaksin yang terbatas menjadi kendala, sehingga prosentase vaksin kami rendah. Kemudian, ketersediaan obat-obatan yang masih agak sulit, jika ada harganya melebihi standar yang ditetapkan Kemenkes," ungkapnya.

Baca Juga: Varian Corona B14662 dari Indonesia Bahaya di Masa Depan, WHO Beri Penjelasan

Tambah Kuota Vaksin

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelaku Pentas Seni di Grobogan Rindu Mentas

Jumat, 10 September 2021 | 18:22 WIB

Santri Ponpes Fadlul Wahid Divaksin

Selasa, 7 September 2021 | 23:18 WIB

Tradisi 10 Asyura, BKK Pulokulon Santuni Anak Yatim

Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:31 WIB
X