Warga Perum BPI Diajak Tingkatkan Kesadaran Etika Batuk dan Kunjungan ke Dokter Gigi

- Jumat, 30 Juli 2021 | 12:32 WIB
Shafira Ardhiyanti membagikan pamflet soal kesadaran etika berbatuk dan kunjungan ke dokter gigi. (suaramerdeka.com / dok)
Shafira Ardhiyanti membagikan pamflet soal kesadaran etika berbatuk dan kunjungan ke dokter gigi. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Virus Covid-19 menyebar cukup cepat dan masif di Indonesia.

Hingga saat ini, penelitian menyebutkan bahwa virus ini salah satunya ditularkan melalui kontak dengan tetesan kecil (droplet) dari saluran pernapasan.

Oleh karena itu selain wajib menggunakan masker, penting juga untuk menerapkan etika batuk dan bersin untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Menurut penelitian dari Holistik Kesehatan, menunjukkan 64,4 persen masyarakat menutup hidung dan mulut saat bersin hanya dengan menggunakan tangan.

Baca Juga: Lantik 43 Pejabat Eselon II dan III, Bupati Magelang Ibaratkan ‘Peramu dan Juru Masak Kebijakan’

Kurangnya pengetahuan tentang etika batuk dan bersin ini, menyebabkan semakin tinggi jumlah orang yang terpapar Covid-19.

Selain itu, penularan Covid-19 juga bisa terjadi di dalam ruangan kerja seperti saat kunjungan ke dokter gigi dan mulut.

Sementara masyarakat juga belum memahami seperti apa petunjuk agar aman berobat ke dokter di masa pandemi.

Persoalan itu disikapi bijak oleh Shafira Ardhiyanti, salah satu anggota Tim II KKN Undip.

Baca Juga: Kebakaran di Desa Tambirejo, Agus Alami Kerugian Capai Rp 100 juta

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keliru Menginjak Pedal, Mobil Terjun Bebas Masuk Kanal

Senin, 20 September 2021 | 15:46 WIB

Semarang Panas, Hendi Galakkan Penghijauan

Minggu, 19 September 2021 | 20:08 WIB
X