Grobogan Peringkat Pertama Prevalensi Perempuan Menikah dan Hamil di Usia Dini

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 05:40 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas   Negeri Semarang memberikan paparan tentang Psikoedukasi pada orangtua di Desa Putatsari, Grobogan.  (SM/Muh Khabib Zamzami)
Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang memberikan paparan tentang Psikoedukasi pada orangtua di Desa Putatsari, Grobogan. (SM/Muh Khabib Zamzami)

GROBOGAN,suaramerdeka.com - Grobogan menempati peringkat pertama dengan prevalensi perempuan menikah dan hamil di usia dini masing-masing mencapai 52,81persen dan 60,86 persen.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang, dr Arulita Ika Fibriana, belum lama ini.

"Grobogan menjadi wilayah dengan kasus perkawinan usia dini (kurang dari 19 tahun) terbanyak selama 2 tahun kemarin, yaitu 61 kasus pada tahun 2020 dan 46 kasus selama Januari-Juli tahun 2021," kata Arulita Ika.

Baca Juga: Penyebab KDRT pada Perempuan, Bukan Karena Lemah, Salah Satunya karena Perselingkuhan

Sementara itu, Anggota tim Muhammad Azinar menambahkan bahwa fenomena perkawinan anak usia dini sering terjadi bukan hanya kehendak individual remaja saja.

Akan tetapi banyak juga dari keputusan orang tua atau keluarganya, dan bahkan hal ini tidak jarang menjadi tradisi.

Persepsi dan keyakinan yang ada dalam keluarga terkait konsep perkawinan, menurut Azinar, sangat menentukan keputusan orang tua dalam menikahkan anaknya.

Khususnya di daerah-daerah pedesaan.

Baca Juga: Masyarakat Pedesaan Kini Dipermudah Percepat Akselerasi Ekosistem Ekonomi Inklusif

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Lusi Meluap, Satu Rumah Terdampak

Minggu, 13 November 2022 | 21:04 WIB

Bupati Grobogan Lantik 172 Pejabat Fungsional

Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:20 WIB
X