Pengembang Sering Beri Tanah Miring, Disperkim Siapkan Juknis Kriteria Lahan Makam

- Jumat, 30 Juli 2021 | 10:36 WIB
Satu alat berat dikerahkan untuk penggalian tanah di TPU Jatisari.(suaramerdeka.com / dok)
Satu alat berat dikerahkan untuk penggalian tanah di TPU Jatisari.(suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim)  Kota Semarang menyebut, masih banyak pengembang perumahan yang menyerahkan lahan makam dengan kondisi tanah yang miring/jurang.

Untuk itu Disperkim menyiapkan  petunjuk teknis (Juknis) aturan terkait persyaratan atau kriteria kondisi lahan makam yang akan diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, menjelaskan,pengembang perumahan harus menyerahkan lahan untuk makam seluas 2 persen dari yang dikembangkan, merujuk Peraturan Daerah no 6 tahun 2015.

“Para pengembang, selama ini saat menyerahkan lahan untuk fasilitas umum (Fasum) berupa lahan makam masih sebatas memenuhi persayaratan luasannya. Namun yang diserahkan berupa tanah perengan atau jurang, yang itu sangat sulit jadikan sebagai lahan makam,” jelas Pipie sapaan akrabnya, Kamis (28/7).

Baca Juga: Target Vaksin di Blora Terus Dikebut, Baru Capai 106.155 Orang

Rata-rata, lanjutnya, pengembang belum memperhatikan kondisi lahan yang diserahkan itu.

Misalnya ternyata posisinya ada yang terjal dan tanah miring dengan kemiringan bisa mencapai 60 derajat.

Pipie mencontohkan, kondisi seperti lahan makam di tempat pemakaman Umum (TPU) Jatisari.

Di mana sedang diperuntukkan sebagai pemakaman yang menampung orang yang meninggal karena positif Covid-19, dan tidak semua lahan yang diserahkan bisa digunakan untuk pemakaman.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Pastikan Obat-obatan dan Oksigen untuk Luar Jawa-Bali Masih Aman

"Dari luasan yang ada, misalnya satu hektare lahan makam itu, hanya 40 persennya saja lahan yang bisa digunakan untuk lahan makam. Jadi, dengan lahan yang ada itu, harus diratakan lahannya, agar tidak terlalu miring dan bisa terpakai lebih luas," beber Pipie.

Pihaknya berharap dengan adanya juknis kriteria lahan makam yang diserahkan ke Pemerintah Kota Semarang dari pengembang, bisa memudahkan dalam penataan lahan makam.

"Jadi, makam terlihat asri dan rapi, dari yang selama ini menganggap makam menyeramkan. Ke depan kami akan menyediakan beberapa fasilitas umum untuk masyarakat di sekitar TPU Jatisari," rencananya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

34 Pohon di Semarang Tumbang Akibat Cuaca Buruk

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:39 WIB

Langgar Jam Operional, Enam Tempat Karaoke Disegel

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:17 WIB

Ziarah Edukasi, Siswa Observasi Taman Makam Pahlawan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:01 WIB
X