Pasokan dan Distribusi Vaksin Masih Aman, Dinkes: Cakupan Vaksinasi di Kisaran 50 Persen

- Kamis, 29 Juli 2021 | 14:50 WIB
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 yang digelar Hippindo bersama Kementerian Koperasi dan UKM serta TNI bekerja sama dengan Kadin Jateng. (suaramerdekacom / Cun Cahya)
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 yang digelar Hippindo bersama Kementerian Koperasi dan UKM serta TNI bekerja sama dengan Kadin Jateng. (suaramerdekacom / Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pasokan dan distribusi vaksin dari pemerintah pusat ke tiap kabupaten/kota, termasuk Kota Semarang melalui provinsi dinilai masih aman.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Mada Gautama menjelaskan, tidak ada permasalahan terkait hal tersebut.

Bahkan saat ini, cakupan vaksinasi di Kota Semarang sudah pada kisaran 50 persen dari 70-75 persen yang ditargetkan pemerintah untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok).

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kini terus melakukan redistribusi vaksin ke wilayah dengan cakupan vaksin rendah maupun wilayah dengan angka kasus covid tinggi (zona merah).

Baca Juga: Tiga Kota di Jateng Miliki Progres Vaksinasi Tinggi

Mada menegaskan, tutupnya sejumlah titik/lokasi sentra vaksinasi di Kota Semarang bukan disebabkan karena terhambatnya distribusi vaksin dari pemerintah pusat.

"Kalau dikatakan tutup/berhenti memberikan layanan vaksinasi, saya kira tidak tepat. Penulisan kata tutup itu cara mudahnya petugas di lapangan menginformasikan kepada masyarakat. Tetapi sebetulnya ada maksud lain, bagian dari strategi kami untuk melakukan redistribusi," ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (29/7).

Upaya tersebut menurutnya perlu dilakukan untuk lebih menyasar kepada masyarakat yang memang tinggal di wilayah zona merah atau di wilayah-wilayah yang cakupan vaksinasinya masih rendah.

Baca Juga: Penerapan Kebijakan Covid-19, Rizal Ramli Sebut Pemerintah Salah Langkah

Ia menyebut, selain 37 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Semarang, saat ini sentra vaksinasi di kota ini sampai ke layanan-layanan mikro seperti balai pertemuan RW maupun kelurahan.

"Kita ini punya banyak titik sentra vaksinasi, maka harus kami atur atau ambil skala prioritas. Kami prioritaskan sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Terutama di wilayah dengan kasus tinggi atau cakupan vaksinasinya rendah," ujarnya.

Ia tak memungkiri, upaya tersebut secara tidak langsung berimbas pada distribusi ke sejumlah sentra vaksinasi menjadi berkurang. Khususnya terjadi di daerah-daerah yang cakupan vaksinasinya hampir memenuhi atau sudah memenuhi.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hendi Minta FKPPI Kawal Persatuan NKRI

Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:55 WIB
X