KH Hanief Ismail dan Anasom Calon Kuat Pimpinan PCNU Kota Semarang

- Kamis, 29 Juli 2021 | 06:45 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Dr Abdul Hakam saat menjelaskan tentang Covid-19 sebagai materi Bahtsul Masail Diniyah. (suaramerdeka.com / Agus Fathuddin)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Dr Abdul Hakam saat menjelaskan tentang Covid-19 sebagai materi Bahtsul Masail Diniyah. (suaramerdeka.com / Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Jumat (30/7) mulai pukul 13.00 hingga selesai di Pondok Pesantren Roudlotus Saidiyyah, Kalialang, Kecamatan Gunungpati Semarang.

Ketua Panitia Dr H Abdul Rohman MAg menjelaskan, Konfercab merupakan permusyawaratan tertinggi untuk penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus.

Kemudian, merumuskan pokok-pokok program kerja lima tahun, merumuskan rekomendasi organisasi, pemilihan Rais Syuriyah, Ketua dan pengurus cabang.

Peserta konfercab terdiri 16 Rais Syuriyah dan Tanfidziyah dari Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan se-Kota Semarang. Pengurus PCNU terdiri dari musytasar, syuriyah dan tanfdiziyah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Cerah Berawan Sepanjang Hari

"Mohon maaf karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, selain tatap muka juga dilaksanakan secara virtual. Jadi yang tidak bisa masuk ke arena konfercab mohon maaf bisa mengikuti secara online atau daring," kata dosen UIN Walisongo Semarang itu.

Menurut rencana upacara pembukaan akan dihadiri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan sejumlah kiai khos.

Menjawab pertanyaan wartawan, Wakil Ketua PCNU Kota Semarang Agus Fathuddin Yusuf mengatakan, kemungkinan besar Rais Syuriyah KH Hanief Ismail dan Ketua Tanfidziyah Drs H Anasom M.Hum masih akan memimpin PCNU Kota Semarang masa hidmah 2021-2026.

Baca Juga: Agensi Bantah Kim So Hye Terlibat Aksi Kekerasan di Sekolah

"Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Kiai Hanief dan Kiai Anasom program-program organisasi, hubungan organisasi internal maupun eksternal bisa berjalan dengan baik. Kalau masih ada kekurangan muga-muga bisa disempurnakan periode lima tahun yang akan datang," kata Dosen Fisip Unwahas Semarang itu.

Mengenai tudingan tidak terjadi regenerasi di PCNU Kota Semarang, Agus Fathuddin membantahnya.

"Lho banyak kader yang sudah disiapkan oleh Kiai Hanief dan Kiai Anasom," tegas wartawan Suara Merdeka itu.

Agus menyebut sejumlah nama yaitu Drs KH Adib Fathoni MSi, Drs H Agus Fathuddin Yusuf MA, Dr KH In’amuzzahidin, Dr KH Ahmad Izzuddin, Dr Abdul Rohman, H Merry Suwito, Drs Imam Mursyid MPd, KH Mamnuhin (Gus Nuhin), KH Ali Mas’adi, Dr KH Shidqon Prabowo SH MH dan lain-lain.

Baca Juga: Gelaran Remarkable Indonesia Fair di Swiss, Cara Ampuh Tingkatkan Ekspor

"Tradisi dan budaya di NU tidak seperti di partai politik, tidak ada pencalonan yang ada penugasan," tegasnya.

Kader-kader NU di MWC menurutnya juga banyak yang layak untuk memimpin PCNU ke depan.

Sementara itu dalam rangka Konfercab, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) menggelar Bahtsul Masail Diniyah (Pembahasan Masalah-masalah Agama) di Kantor PCNU Jalan Puspogiwang I nomor 47 Semarang, Selasa malam (27/7).

Ketua LBM Kota Semarang KH Sa’dulloh Shodiq Sumardi menjelaskan, pembahasan masalah tentang Covid-19 dengan berbagai implikasi hukumnya.

Bahtsul Masail yang dibuka Rais Syuriyah PCNU KH Hanief Ismail Lc menghadirkan narasumber utama Dr H Abdul Hakam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang. Release berita bahsul Masail.

Ketua Panitia Konfercab Dr Abdul Rohman menjelaskan, kegiatan yang diikuti pengurus LBM dan MWC se-Kota Semarang, dilaksanakan secara luring dan daring.

"Sebagian kecil hadir di kantor PCNU sebagian lainnya berada di rumah masing-masing," tuturnya.

Rais Syuriyah KH Hanief Ismail Lc mengatakan, bahtsul masail dalam konteks NU memiliki posisi penting.

Hal itu karena dalam konteks penyelenggaraan konferensi, bahsul masail merupakan amanat AD-ART NU yang harus dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan konferensi.

"Bahsul masail merupakan bentuk respon atau jawaban Nahdlatul Ulama, sebagai organisasi sosial dan keagamaan terbesar di Indonesi terhadap problem-problem sosial keagamaan. Problematika selalu bermunculan dalam kehidupan seiring dengan kehidupan manusia," katanya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X