Satpol PP Mulai Operasi Pemberi Sedekah di Jalan Raya Empat Pengemis Terjaring

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 08:57 WIB
Pengemis yang terjaring operasi Satpol PP Kota Semarang, menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, Senin di Kantor Kelurahan Pedurungan Kidul.() (SM/Eko Edi)
Pengemis yang terjaring operasi Satpol PP Kota Semarang, menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, Senin di Kantor Kelurahan Pedurungan Kidul.() (SM/Eko Edi)

SEMARANG,suaramerdeka.com  – Pemerintah Kota Semarang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serius menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang No 5 Tahun 2014.

Mereka menyisir kawasan Kecamatan Pedurungan pada Senin 3 Oktober 2022 untuk mengawasi daerah traffic light.

Perda tersebut berisi tentang larangan masyarakat untuk memberikan sumbangan dalam bentuk apapun kepada pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT).

Baca Juga: Sisir Pantura, Petugas Dinas Sosial dan Satpol PP Kendal Jaring 9 PGOT

Bagi pemberi sumbangan akan dikenakan sanksi berupa hukuman kurungan tiga bulan penjara atau denda Rp 1 juta.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menjelaskan bahwa penegakkan aturan itu berlaku sejak 1 Oktober.

Setelah operasi yustisi pertama tersebut, pihaknya akan rutin melakukan razia setiap saat.

Baca Juga: Operasi Zebra Candi 2022, Polda Jateng Kedepankan ETLE, Tidak Ada Razia di Jalanan, Kalau Ada Laporkan

Dalam kesempatan pertama tersebut, Satpol PP bersama Dinas Sosial Kota Semarang melakukan razia di daerah Kecamatan Pedurungan.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X