PMKU dan STID Permudah Pelaku Usaha Berkegiatan di Pelabuhan, Ini Penjelasannya

- Jumat, 30 September 2022 | 06:20 WIB
Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang Capt. Weku Frederik Karuntu saat membuka acara Muscab DPC Aptrindo   Tanjung Emas di Grand Candi Semarang, Jalan Sisingamangaraja No 16 Semarang, Kamis 29 September 2022.  (SM/Siswo Ariwibowo)
Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang Capt. Weku Frederik Karuntu saat membuka acara Muscab DPC Aptrindo Tanjung Emas di Grand Candi Semarang, Jalan Sisingamangaraja No 16 Semarang, Kamis 29 September 2022. (SM/Siswo Ariwibowo)

Baca Juga: Operasi ODOL, Pengusaha Truk Surati Presiden Joko Widodo, Ini Isinya

Saat ini sudah ada 14 pelabuhan besar di seluruh Indonesia yang memberlakukan STID.

Menurutnya semua anggota harus mendaftar karena ini merupakan amanah Kepres nomor 5 tentang logistik.

"Jadi semua truk harus terdata, juga semua barang harus terdata. Kegiatan - kegiatan di pelabuhan harus termonitoring," terangnya.

Sementara itu Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang Capt Weku Frederik Karuntu menjelaskan, PMKU merupakan satu paket dengan STID yang bertujuan untuk mempermudah pelaku usaha berkegiatan di pelabuhan.

Baca Juga: Tingkatkan Performa, Keamanan Fasilitas Pelabuhan Tanjung Emas Terus Ditingkatkan

Diterangkannya, STID diperuntukkan untuk masing-masing kendaraan, sementara PMKU diperuntukkan untuk masing-masing perusahaan.

"Misalnya soal registrasi kami sudah memberikan kemudahan secara online, sehingga tidak perlu datang jauh-jauh," katanya.

Menurutnya semua perangkat terkait STID sudah tercover secara nasional, misalnya yang terdaftar di Jakarta juga dapat digunakan di Semarang, Surabaya dan di pelabuhan-pelabuhan lainnya yang sudah menerapkan STID.

Ia menjelaskan di antara undang-undang yang mengatur tentang hal tersebut antara lain Perpres nomor 5 2022 tentang nasional, logistik, dan ekosistem (NLE).

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X