8 Alasan Kenapa Hotel Dibya Puri Semarang Perlu Dihidupkan Kembali, Salah Satunya Banyak Menyimpan Sejarah

- Kamis, 29 September 2022 | 21:18 WIB
 Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat bertemu dengan Ketua Umum DP2K Semarang Budi Santosa di Menara Suara Merdeka.  (SM/Maulana M Fahmi)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat bertemu dengan Ketua Umum DP2K Semarang Budi Santosa di Menara Suara Merdeka. (SM/Maulana M Fahmi)

"Dalam pengembangan wisata heritage, salah satu fokus Pemerintah Kota Semarang hari ini adalah untuk mendorong revitalisasi Hotel Dibya Puri yang dulu juga terkenal sebagai Hotel Du Pavillon," tutur Hendi.

Ini disampaikannya dalam pertemuannya dengan Ketua Umum Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang Budi Santosa belum lama ini di Menara Suara Merdeka.

Baca Juga: KSAD Jenderal Dudung Kunjungi Menara Suara Merdeka, Jadi Pembicara Talk Show Eksklusif

Ini Alasan Hotel Dibya Puri Perlu Dihidupkan Kembali :

1. Memiliki banyak sejarah. Salah satunya tercatat pada tahun 1964 di mana Bung Karno bersama pernah melakukan kunjungan ke Semarang beserta Megawati dan tinggal atau menginap di situ.

2. Pemerintah Kota Semarang telah membangun komunikasi dengan Kementerian BUMN sebagai pihak yang memiliki kewenangan pada gedung tersebut.

3. Hotel Dibya Puri menjadi bagian dari aset PT Hotel Indonesia Natour yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pelayanan jasa perhotelan.

4. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berharap upaya Pemerintah Kota Semarang untuk membangun komunikasi dengan Kementerian BUMN bisa mendapat perhatian khusus dari Menteri BUMN, Erick Thohir.

5. Hendi meyakini dengan perhatian yang diberikan oleh Menteri BUMN secara langsung, maka revitalisasi Hotel Dibya Puri dapat lebih cepat terealisasi.

6. Revitalisasi Hotel Dibya Puri atau Hotel Du Pavillon dapat semakin mengungkit sektor pariwisata di Kota Semarang, serta berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X