8 Alasan Kenapa Hotel Dibya Puri Semarang Perlu Dihidupkan Kembali, Salah Satunya Banyak Menyimpan Sejarah

- Kamis, 29 September 2022 | 21:18 WIB
 Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat bertemu dengan Ketua Umum DP2K Semarang Budi Santosa di Menara Suara Merdeka.  (SM/Maulana M Fahmi)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat bertemu dengan Ketua Umum DP2K Semarang Budi Santosa di Menara Suara Merdeka. (SM/Maulana M Fahmi)


SEMARANG, suaramerdeka.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menekankan bahwa salah satu kunci sukses pengembangan wisata heritage tidak bisa hanya didorong melalui pembangunan infrastruktur kawasan.

Lebih dari itu, dirinya meyakini bahwa roh dari wisata heritage ada pada hidupnya aktivitas ekonomi pada kawasan tersebut.

Untuk itulah Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu terus mendorong revitalisasi bangunan - bangunan cagar budaya yang ada di Kota Semarang, khususnya di kawasan cagar budaya Semarang Lama.

Baca Juga: Tour the Java Heritage, Penuh Kegembiraan dengan Rute Menarik

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah bangunan Hotel Du Pavillon yang kemudian dikenal sebagai Hotel Dibya Puri.

Pasalnya bangunan yang letaknya berada di dekat alun - alun Semarang tersebut dulu menjadi salah satu hotel termegah di Indonesia.

Bahkan tercatat hotel tersebut menjadi pilihan sejumlah tokoh penting yang singgah di Kota Semarang.

Baca Juga: Kualitas Kuliner Dorong Pengembangan Identitas Kota Wisata

Hendi bahkan menyebut diantaranya Presiden Soekarno bersama Presiden Megawati pernah menginap di hotel tersebut.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X