Berkisah Karut Marut Kopi Indonesia di Kota Semarang

- Rabu, 28 September 2022 | 05:20 WIB
Dari kiri, penulis buku ''Kopi Kita: Geliat, Hype dan Karut-marut Masalahnya'', Moelyono Soesilo, Praktisi Bisnis Kopi sekaligus Co-Founder KopiKita, Jay Wijayanto dan Chief Technology Officer sekaligus Co-Founder KopiKita, Elga Yulwardian. (SM/Aristya Kusuma Verdana)
Dari kiri, penulis buku ''Kopi Kita: Geliat, Hype dan Karut-marut Masalahnya'', Moelyono Soesilo, Praktisi Bisnis Kopi sekaligus Co-Founder KopiKita, Jay Wijayanto dan Chief Technology Officer sekaligus Co-Founder KopiKita, Elga Yulwardian. (SM/Aristya Kusuma Verdana)

SEMARANG,suaramerdeka.com - Tokoh kebangkitan kopi Indonesia, Moelyono Soesilo, meluncurkan buku berjudul ''Kopi Kita: Geliat, Hype dan Karut-marut Masalahnya''.

Di Kota Semarang, buku tersebut diluncurkan di The Blue Lotus Coffee House and Restaurant, Jl. Ahmad Yani No.197, Selasa, 27 September 2022.

Buku tersebut berkisah tentang karut-marut masalah kopi di Indonesia.

Baca Juga: Hai Ladies, Tau Gak Sih Kulit Wajah Glowing Kempling Hanya Gunakan Ampas Kopi, Yuk Dicoba Cara Ini

''Dalam sepuluh tahun terakhir, dunia perkopian di Indonesia menggeliat luar biasa. Sehingga kopi menjadi kian seksi dan populer,'' kata Moelyono.

Pria kelahiran Semarang yang berkecimpung di dunia perkopian Indonesia sejak 1992 ini menjelaskan, kopi tak hanya dikonsumsi seadanya.

Tetapi sudah menjadi bagian gaya hidup yang masif dan dianggap keren.

''Tren kopi berkembang cepat, dari first wave hingga third wave. Akan terus berlanjut ke gelombang berikutnya,''

''Kedai kopi kekinian menjamur di seluruh penjuru, tidak hanya kota besar saja,'' papar salah satu juri Indonesia Barista Championship.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X