Srawung Semarangan, Melihat Sejarah Semarang dari Sisi Budaya dan Seni

- Sabtu, 24 September 2022 | 14:00 WIB
Sejumlah narasumber menyampaikan materi saat diskusi budaya dalam rangkaian acara Srawung Semarangan di Gedung Monod Diephuis kawasan Kota Lama Semarang, Jumat 23 September 2022. (suaramerdeka.com / Siswo Ariwibowo)
Sejumlah narasumber menyampaikan materi saat diskusi budaya dalam rangkaian acara Srawung Semarangan di Gedung Monod Diephuis kawasan Kota Lama Semarang, Jumat 23 September 2022. (suaramerdeka.com / Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Komunitas pekerja seni Gambang Semarang Art Compeny menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk Srawung Semarangan.

Salah satu rangkaian acara Srawung Semarangan ialah diskusi budaya bertema "Perjalanan Pertunjukan Seni di Semarang, Sejarah dan Gaya Bangunan" yang berlangsung di Gedung Monod Diephuis kawasan Kota Lama Semarang.

Srawung Semarangan dipandu moderator Sinta Pramucitra ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti, Direktur Gambang Semarang Art Compeny, Tri Subekso, Pegiat Sejarah Semarang, Muhammad Yogi Fajri, dan Arsitek Semarang Yohanes Khrisna Hadi Putra.

Direktur Gambang Semarang Art Compeny, Tri Subekso mengatakan, kegiatan Srawung Semarangan diinisiasi oleh komunitas Gambang Semarang Art Compeny sejak 2017.

Baca Juga: Intip Bocoran Prediksi Cinta Zodiak Cancer, Sagitarius, Pisces, Virgo, Taurus, Libra, Minggu 25 September 2022

"Ini bukan kegiatan yang pertama, tapi yang kedua. Kegiatan pertama pada Mei 2017 bertepatan dengan momen HUT Kota Semarang," kata Tri Subekso, Jumat 23 September 2022.

Tri menjelaskan, kegiatan Srawung Semarangan 2022 dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, salah satunya dari program fasilitasi bidang kebudayaan tahun 2022 dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek.

Terkait dengan Srawung Semarangan, pihaknya mengusung semangat Srawung. Menurutnya, Srawung memiliki arti membaur, menyatu dengan lapisan masyarakat.

"Selanjutnya menjadi ruang bersama untuk berbagi informasi untuk saling mendapatkan ilmu pengetahuan. Karena kami komunitas seni pertunjukan, maka kami mengambil jalan kebudayaan lewat pertunjukan," terangnya.

Baca Juga: Calon Sultan, 3 Weton Ini Memang Ditakdirkan Jadi Bos Besar, Uangnya Bak Pohon Bertunas

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X