BOR Isolasi Covid-19 Menurun, Hendi: Kebutuhan Oksigen Aman

- Rabu, 28 Juli 2021 | 19:42 WIB
TINJAU : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat meninjau proses pengisian tabung oksigen oleh KRI Dr. Suharso di Pelabuhan Tanjung Mas, Rabu (28/7). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
TINJAU : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat meninjau proses pengisian tabung oksigen oleh KRI Dr. Suharso di Pelabuhan Tanjung Mas, Rabu (28/7). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan pada hari ini telah tidak menemukan masalah terkait pemenuhan kebutuhan oksigen, baik di rumah sakit maupun tempat isolasi terpusat.

Hal itu disebutkannya karena kebutuhan oksigen pada kota yang dipimpinnya tersebut sudah jauh menurun, seiring dengan menurunnya tingkat keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 di ibu kota Jawa Tengah.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu mengungkapkan, dengan BOR (Bed Occupancy Rate) tempat isolasi terpusat pada angka 28%, serta BOR ruang isolasi rumah sakit sekitar 57%, distribusi oksigen di wilayahnya saat ini ada dalam kategori aman.

Baca Juga: Syarat Perjalanan Pesawat Tak Akui Tes Antigen, Alvin Lie: Perburuk Industri Transportasi Udara

"Oksigen semuanya oke, hari ini sedulur - sedulur yang menjalani karantina juga tidak menemukan ada permasalahan berarti terkait dengan oksigen.

Untuk di isolasi terpusat sendiri yang terisi hanya 28% dan di rumah sakit juga sekitar 57%. Jadi kebutuhannya juga sudah sangat jauh menurun," tekan Hendi saat meninjau proses pengisian tabung oksigen oleh KRI Dr. Suharso di Pelabuhan Tanjung Mas, Rabu (28/7).

Di sisi lain Wali Kota Semarang itu pun tak menampik jika sebelumnya memang sempat ada keluhan dari sejumlah rumah sakit terkait oksigen. Namun toh begitu dirinya menegaskan jika keluhan tersebut tak menjadi masalah berarti.

Baca Juga: Menko Airlangga: Pemerintah Dorong Modernisasi Koperasi Agar Adaptif dan Berdaya Saing

Pasalnya Pemerintah Kota Semarang mengintegrasikan stok oksigen dari seluruh rumah sakit yang ada. Dengan begitu antar rumah sakit dapat saling meminjam bila terjadi kekurangan stok.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rais Syuriyah PCNU Ajak Ulama Perkuat Dakwah di Medsos

Senin, 27 September 2021 | 21:34 WIB

Tempat Prostitusi Sesama Jenis Digerebek

Senin, 27 September 2021 | 19:08 WIB

Bantuan Warga Terdampak Pandemi Terus mengalir

Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB

Pasar Johar Masih Sepi, Pegadang Belum Berjualan

Minggu, 26 September 2021 | 18:20 WIB
X