Restorative Justice Dikedepankan, Polri Bebaskan 2 Terduga Provokator Demo Jateng

- Rabu, 28 Juli 2021 | 15:30 WIB
   Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy (suaramerdeka.com/dokumentasi)
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy (suaramerdeka.com/dokumentasi)


SEMARANG, suaramerdeka.com - N dan B terduga provakator yang mengajak demo pada Sabtu 24 Juli 2021 akhirnya dibebaskan polisi.

N dan B membuat grup Whatsapp untuk mengelabuhi petugas melakukan ajakan aksi. Pada grup tersebut adanya ajakan demo di Semarang, Solo, Sukoharjo, Brebes, dan Kudus.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan pada kasus N dan B,  Polri mengedepankan restorative justice.

Hal ini bertujuan agar di masa Pandemi Covid-19 mencapai ketertiban, kedamaian, ketentraman, dalam tatanan masyarakat yang harmonis dan adil.

Baca Juga: Indonesia Potensi Besar jadi Produsen Halal Terbesar Dunia, Wapres: Belum Dimanfaatkan Optimal

"Yang bersangkutan kooperatif dan tidak akan mengulangi perbuatannya dan mau membantu pemerintah untuk ikut menciptakan rasa aman masyarakat di tengah pandemi," katanya, Selasa 27 Juli 2021.

Iqbal menambahkan, langkah restorative justice juga diterapkan kepada Kades Jenar Kabupaten Sragen, Samto. Kades tersebut menyadari perbuatannya dan saat ini dinobatkan sebagai duta vaksin covid 19.

"Dia (Samto) menyadari perbuatannya dan saat ini Alhamdulillah yang bersangkutan menjadi duta vaksin untuk warganya," ujar dia.

Baca Juga: Bupati Idza Tegaskan Pembangunan Kawasan Industri Brebes Terus Berjalan, Ora Sirep

Menurutnya pemerintah terutama aparat TNI Polri memahami penerapan PPKM Darurat dan level 4 membuat masyarakat tidak nyaman.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X