Hidupkan Lagi Tradisi Saparan di Kabupaten Semarang, Warisan Budaya Yang Perlu Dilestarikan

- Senin, 19 September 2022 | 20:46 WIB
Tradisi mengarak tumpeng keliling desa dalam Saparan di Dusun Sleker Desa Kopeng Getasan Kabupaten Semarang Minggu, 18 September 2022 (SM/Moch Kundori)
Tradisi mengarak tumpeng keliling desa dalam Saparan di Dusun Sleker Desa Kopeng Getasan Kabupaten Semarang Minggu, 18 September 2022 (SM/Moch Kundori)



UNGARAN, suaramerdeka.com -Saparan adalah tradisi adat budaya yang sudah turun temurun di wilayah Kabupaten Semarang.

Saparan dengan bentuk mengarak tumpeng yang kemudian divariasikan dengan karnaval adat budaya umumnya justru berbasis pada dusun.

Jika dalam satu desa terdapat beberapa dusun, maka warga di setiap dusun itu menggelar pesta budaya di bulan Sapar dalam penanggalan Jawa ini.

Baca Juga: BKPRMI Jawa Tengah bersinergi dengan PW Mathla'ul Anwar Jawa Tengah Gelar Latihan Manajemen Dakwah

Kepala Seksi Kesenian dan Nilai-Nilai Budaya Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Slamet Widodo mengatakan, tradisi seperti ini perlu dipertahankan dalam rangka uri-uri budaya selain menarik wisata.

Selain itu, acara seperti ini sebagai wahana silaturahmi antar warga untuk mewarisi sikap kegotongroyongan.

"Selama pandemi Covid-19 kegiatan ini sempat terhenti,''

''Kini setelah pandemi kegiatan saparan seperti ini perlu dihidupakan lagi dan dilestarikan setiap tahun," katanya saat menyaksikan Saparan di Dusun Sleker Desa Kopeng Getasan Kabupaten Semarang Minggu 18 September 2022.

Baca Juga: Dinsos Kendal Siapkan Dapur Umum dan Sukarelawan

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Korban Gempa Cianjur Dibantu Senilai Rp 500 Juta

Jumat, 25 November 2022 | 19:27 WIB

Ribuan Guru Senam Bersama Meriahkan HUT Ke-77 PGRI

Senin, 21 November 2022 | 21:02 WIB

Grup Rebana SMPN 1 Bringin Maju Lomba Tingkat Jateng

Rabu, 16 November 2022 | 19:32 WIB
X