Gus Yasin Senang Pendonor Plasma Konvalesen Meningkat

- Selasa, 27 Juli 2021 | 19:33 WIB
 Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyumbangkan 500 ml atau dua kantong plasma konvalesen  (suaramerdeka.com/dok)
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyumbangkan 500 ml atau dua kantong plasma konvalesen (suaramerdeka.com/dok)

“Tolong jiwa kemanusiaan kita, kita tumbuhkan. Ini juga bagian dari sodakoh menurut saya. Karena sodakoh itu ada dari tenaga, keuangan, dan ini bagian dari sodakoh kita untuk menambah amal kita,” katanya mengingatkan.

Lantas, apakah untuk mendapatkan plasma konvalesen pasien harus membeli, seperti yang banyak disangkakan masyarakat? Gus Yasin menegaskan, plasma konvalesen tidak diperjualbelikan. Memang, ada biaya yang harus dibayarkan, namun itu untuk mengganti proses yang dilakukan. Seperti pre-skrining, reagen, peralatan, dan pengelolaan darah.

Baca Juga: 21,2 Juta Vaksin Tiba, Pemerintah Pastikan Ketersediaan untuk Capai Target Sasaran Vaksinasi

“PMI ini mitra, bukan dari pemerintah, tapi bagian dari warga negara Indonesia. Tentu ada biaya untuk proses ini,” jelasnya.

Gus Yasin pun meminta keluarga pasien, untuk selalu berkomunikasi dengan rumah sakit untuk mendapatkan penjelasan secara rinci, mengenai pembiayaannya. Dengan berkomunikasi, keluarga pasien akan mengetahui mana-mana biaya yang bisa ditanggung pemerintah, BPJS, asuransi swasta, dan mana yang harus dibiayai sendiri.

“Jangan jalan sendiri. Kalau butuh plasma, komunikasikan dengan dokternya. Untuk PMI Kota Semarang, kalau (pemenuhan) untuk luar kota, biasanya memang karena tidak ada kerja sama, sehingga langsung dibayarkan dulu (oleh keluarga pasien). Tapi kalau dari rumah sakit, biasanya rumah sakit yang membayarkan dulu. Ini yang harus dikomunikasikan dengan rumah sakit,” terangnya.

Sebagai informasi, kebutuhan darah plasma konvalesen di UDD PMI Kota Semarang, per 1 sampai 25 Juli berhasil terpenuhi. Pjs Kabag Pelayanan Donor UDD PMI Kota Semarang, dr Nevi Seftaviani menuturkan, dari 1.200 kantong permintaan darah, terealisasi 1.600 kantong dari 700 orang pendonor. Berbeda dengan bulan sebelumnya (Juni 2021). Dari permintaan sebanyak 1.100 kantong, PMI hanya berhasil memenuhi 533 kantong dari 242 orang pendonor.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: jatengprov

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB
X