Gus Yasin Senang Pendonor Plasma Konvalesen Meningkat

- Selasa, 27 Juli 2021 | 19:33 WIB
 Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyumbangkan 500 ml atau dua kantong plasma konvalesen  (suaramerdeka.com/dok)
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyumbangkan 500 ml atau dua kantong plasma konvalesen (suaramerdeka.com/dok)


SEMARANG, suaramerdeka.com – Tepat empat belas hari setelah menyumbangkan plasma darah konvalesen yang pertama, Selasa (27/7) Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memenuhi janjinya untuk kembali berdonor di Unit Donor Darah PMI Kota Semarang. Berbeda dengan ketika dia berdonor kali pertama, saat ini sudah lebih banyak penyintas yang mau berdonor.

“Pada hari ini saya donor plasma yang kedua. Saya senang, aware masyarakat mulai meningkat. Saya tadi juga ngobrol dengan dr Anna (Kepala UDD PMI Kota Semarang), menyampaikan bahwa masyarakat sekarang sudah mulai sadar. Banyak di depan dan dalam juga banyak yang menyapa saya. Mereka ternyata ada yang mau melakukan donor konvalesen,” tuturnya, usai berdonor.

Kepedulian itu, menurut Wagub, perlu terus ditingkatkan. Sebab, bagi yang mau berdonor, belum tentu bisa lolos pre-skrining. Pre-skrining dilakukan untuk mengetahui antibodi dalam tubuh, hasil negatif terhadap beberapa pemeriksaan keamanan darah, serta memenuhi standar pemeriksaan laboratorium sesuai dengan persyaratan.

Baca Juga: Ada Tahapan Karantina, Vaksin Covid-19 Tak Bisa Langsung Dikirim ke Daerah

”Kemarin saya sebenarnya bertujuh melakukan testing dulu. Ternyata yang bisa (donor) hanya dua (orang). Ada sedihnya juga. Ternyata tidak semua penyintas Covid-19 bisa diambil plasmanya untuk saudara, teman kita yang mengalami gejala atau mengalami Covid-19,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Mempertimbangkan tidak semua penyintas yang berkenan donor dapat berdonor, maka Wagub mengajak semua pimpinan, baik instansi pemerintah maupun swasta untuk memperhatikan stafnya yang sembuh dari Covid. Mereka diminta segera didata, mengingat waktu untuk bisa melakukan donor plasma hanya tiga bulan.

Baca Juga: Hoaks Covid 19 Bisa Lebih Bahaya dari Virus itu Sendiri

“Memang edukasi dari pimpinan itu penting. Motivasi dari pimpinan itu penting. Siapa saja yang terpapar harus didata. Maka saya berharap sih, saat ini yuk kita data lagi, karena waktunya juga tidak panjang,” ajaknya.

Motivasi kemanusiaan, sambung dia, harus semakin subur ditumbuhkan di masa pandemi Covid-19 ini. Jika mengetahui ada sesama anak bangsa yang sakit, yang sehat mesti bisa merasakan sakitnya, sehingga rasa kemanusiaan itu muncul.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: jatengprov

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X