Tasyakuran Milad Ke-46, MUI Agar Menjadi Desainer Kehidupan Agama

- Selasa, 27 Juli 2021 | 19:25 WIB
Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, disaksikan Ketua Dewan Pertimbangan Drs H Ali Mufiz MPA dan Waketum Prof Dr Ahmad Rofiq MA menyerahkan tumpeng kepada Dr Multazam Ahmad dalam upacara Tasyakuran Milad Ke-46 MUI. (SM/dok)
Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, disaksikan Ketua Dewan Pertimbangan Drs H Ali Mufiz MPA dan Waketum Prof Dr Ahmad Rofiq MA menyerahkan tumpeng kepada Dr Multazam Ahmad dalam upacara Tasyakuran Milad Ke-46 MUI. (SM/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Guru Besar Antropologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Dr Mudjahirin Thohir MA meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang pada Senin 26 Juli 2021 berusia 46 tahun memposisikan diri menjadi ‘’desainer’’ kehidupan keagamaan bukan menjadi “tailor” atau tukang jahit.

‘’ Sebagai desainer, MUI bukan pelaksana keputusan pemerintah, tetapi memberi arah bagaimana pemerintah membuat aturan dan keputusan khususnya terkait dengan bidang kehidupan keagamaan.

Sebagai desainer MUI perlu berdialog dan mendialogkan tentang apa yang terjadi di kalangan umat penganut ormas keagamaan dalam kerangka peningkatan peradaban. MUI diharapkan menjadi acuan panutan umat (role model) dalam peradaban keagamaan,’’ tegasnya.

Baca Juga: Batasi Mobilitas Selama PPKM Level 4, KAI Kurangi Jumlah Perjalanan hingga 40 Persen

Dia mengatakan hal itu dalam acara Gendhu-gendhu Rasa atau Ngudarasa ‘’MUI Dibutuhkan, MUI Dikritik’’ dan upacara Tasyakuran Milad (Ulang Tahun) Ke-46 MUI di Hotel Pandanaran Semarang, kemarin.

Ketua Panitia Milad MUI Dr H Multazam Ahmad menjelaskan, halaqah yang dimoderatori Sektretaris MUI Jateng Drs H Agus Fathuddin Yusuf MA menampilkan tiga pembicara yaitu Prof Dr H Mudjahirin Thohir, mantan Gubernur Jateng dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Drs H Ali Mufiz MPA serta Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Semarang Dr Samidi Khalim MAg.

Upacara Milad yang digelar dengan pertemuan tatap muka, juga diikuti secara virtual oleh pengurus MUI Kabupaten/Kota Se-Jateng. Pada kesempatan itu Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi selain menyampaikan pidato orasi milad juga memotong tumpeng diserahkan kepada Ketua Panitia Dr H Multazam Ahmad diiringi lagu ‘’Mabruk alfa Mabruk’’.

‘’Kami mohon maaf karena masih dalam suasana PPKM Darurat, Tasyakuran Milad MUI dilaksanakan secara sederhana dan virtual agar tidak terjadi kerumunan banyak orang,’’ katanya. Dalam usia Ke-46, Kiai Darodji mengatakan, MUI sudah berusaha hadir di tengah umat ketika menghadapi persoalan keagamaan.

‘’Tiga peran sekaligus yaitu sebagai himayatul ummah (pelindung umat), khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumat (mitra pemerintah) sudah dilakukan dengan baik. Dalam pandemic Covid-19, fatwa MUI ditunggu umat. Dilain pihak juga sering dikritik,’’ katanya.

Baca Juga: 21,2 Juta Vaksin Tiba, Pemerintah Pastikan Ketersediaan untuk Capai Target Sasaran Vaksinasi

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Parkir Tepi Jalan Akan Diberlakukan Elektronik

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:44 WIB

Kauman Kampung Quran Jadi Jejak Syiar Peradaban Islam

Senin, 24 Januari 2022 | 07:45 WIB
X