Kiriman Vaksin Tersendat, Semarang Hadapi Kendala Capai Target Vaksinasi

- Selasa, 27 Juli 2021 | 18:31 WIB
 VAKSINASI : Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Mochamad Abdul Hakam (kiri) mendampingi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau pelaksanaan vaksinasi keliling di Kelurahan Rowosari, Selasa (27/7). (suaramerdeka.com/BBS)
VAKSINASI : Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Mochamad Abdul Hakam (kiri) mendampingi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau pelaksanaan vaksinasi keliling di Kelurahan Rowosari, Selasa (27/7). (suaramerdeka.com/BBS)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Di tengah kerasnya upaya percepatan vaksinasi, Pemerintah Kota Semarang kini justru menghadapi kendala menipisnya ketersediaan vaksin yang dimiliki.

Kondisi itu pun memaksa Pemerintah Kota Semarang harus menutup pelayanan vaksinasi yang ada di 3 sentra vaksinasi dan 7 puskesmas. Tak hanya itu, 16 puskesmas juga saat ini hanya mampu membuka layanan untuk vaksinasi kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Mochamad Abdul Hakam mengungkapkan kondisi tersebut terjadi karena terhambatnya kiriman vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Tinjau Renovasi RSD COVID-19 Asrama Haji Donohudan, Menteri PUPR: Pondasi Tanki Oksigen Disiapkan

"Saat ini ketersediaan vaksin Kota Semarang tinggal 38.050 dosis, yang perkiraannya hanya cukup untuk 2 hari ke depan. Kita masih menunggu distribusi vaksin dari provinsi yang berasal dari pusat, di mana di pusat juga belum 100% siap sesuai sasaran," terang Hakam.

Meskipun begitu, Hakam pun meyakinkan bahwa Pemerintah Kota Semarang tetap membuka pendaftaran vaksinasi secara online, untuk kemudian nantinya dijadwalkan sesuai ketersedian stok.

"Akhirnya kami siasati dengan menyiapkan mekanisme pendaftaran secara online, untuk dapat kami jadwalkan sesuai dengan ketersedian vaksin yang ada," tekannya.

Di sisi lain, Hakam menuturkan masih berharap bisa mendapatkan baffer (cadangan) stok dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Percepatan Vaksinasi Kabupaten Semarang Capai 24,7 Persen, Bupati Merasa Terbantu

"Kami bersurat untuk meminta buffer stok dari Provinsi. Kami juga bersurat ke Kemenkes melalui Dirjen P2P, agar jumlah stok yang dikirim ke Semarang bisa ditambah, atau mendapatkan vaksin mandatory atau alokasi khusus," pungkas Hakam.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Berawan Sepanjang Hari

Selasa, 21 September 2021 | 06:00 WIB

Keliru Menginjak Pedal, Mobil Terjun Bebas Masuk Kanal

Senin, 20 September 2021 | 15:46 WIB

Semarang Panas, Hendi Galakkan Penghijauan

Minggu, 19 September 2021 | 20:08 WIB
X