Insentif Nakes Tak Dicairkan, Tambahan Penghasilan Pegawai Terancam

- Selasa, 27 Juli 2021 | 14:39 WIB
Wakil Ketua DPRD H Sukirman (suaramerdeka.com/dok)
Wakil Ketua DPRD H Sukirman (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Munculnya polemik rendahnya serapan anggaran Covid-19 di Pemprov Jateng, membuat Pimpinan DPRD memanggil Sekda beserta OPD terkait, di ruang pimpinan DPRD.

Hadir Ketua DPRD Bambang Kusriyanto, para Wakil Ketua DPRD H Sukirman, Heri Pudiyatmoko, Ferry Wawan Cahyono, dan Quatly Alkatiri. Sementara dari jajaran Pemprov Jateng, hadir Plt Sekda Prasetyo Ariwibowo, Asisten Gubernur Peni Rahayu, Kadinas Kesehatan Yulianto Prabowo, Kabiro Keuangan Sumarno dan Sekretaris DPRD Jateng Urip Sihabudin.

Baca Juga: Indonesia Sediakan Anggaran PEN Rp 744,75 Triliun Hadapi Pandemi, Menkeu: Berpeluang Naik Lagi

Sebenarnya, ujar Sukirman, DPRD ingin diskusi langsung meminta klarifikasi kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, tetapi DPRD memahami kesibukan Gubernur. Lebih substansi Pimpinan diskusi soal anggaran dengan Sekda beserta jajaran.

DPRD memang menyesalkan dan kaget mendengar serapan anggaran covid -19 rendah.

“Kami sebenarnya tiap Senin rapat dengan Gubernur, kenapa Gubernur tidak pernah menyampaikan ke kami progres soal anggaran Dana Alokasi Umum ini.

Kami juga biasanya hanya menyoroti soal kelangkaan oksigen, BOR di RS, ketersediaan obat, serta aturan main prokes di masyarakat,” katanya ujarnya, Selasa (27/7).

Baca Juga: Kepala Daerah Diminta Sosialisasi Aturan Baru PPKM

Ketua DPRD Bambang Kusriyanto sendiri sempat mengganggap pelaporan Pemprov Jateng buruk, kenapa kemudian dinilai oleh Pemerintah Pusat bahwa Jateng sangat rendah dari penyerapan anggaran.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB
X