Prevalensi Stunting di Grobogan Terendah di Jawa Tengah

- Kamis, 15 September 2022 | 20:05 WIB
Peserta berfoto bersama usai mengikuti kegiatan pengabdian Kursus Calon Pengantin (Suscatin) sebagai Model Intervensi Pranikah Pencegahan Dini Stunting di kecamatan Grobogan. (SM/dok)
Peserta berfoto bersama usai mengikuti kegiatan pengabdian Kursus Calon Pengantin (Suscatin) sebagai Model Intervensi Pranikah Pencegahan Dini Stunting di kecamatan Grobogan. (SM/dok)

GROBOGAN, suaramerdeka.com - Prevalensi Stunting di Kabupaten Grobogan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Semula pada tahun 2018 angka Stunting berada di 39,3 persen kemudian turun menjadi 29,13 persen pada tahun 2020.

Adapun, pada tahun 2021 angka Stunting turun signifikan menjadi 9,6 persen, dan sekaligus menempatkan kabupaten Grobogan menjadi kabupaten dengan prevalensi terendah di Jawa Tengah.

Baca Juga: Ketua DPRD Demak Janji Libatkan Buruh Buruh Tentunkan Upah

Hal itu disampaikan Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang, Dr dr Mahalul Azam.

"Meskipun prevalensi stunting terus menurun, upaya pencegahan stunting sejak dini harus tetap selalu dilakukan termasuk kepada para pasangan calon pengantin," tandas Azam, Kamis (15/9).

Dr dr Azam dibantu anggota-anggotanya yakni Muhammad Azinar, dan dr Arulita Ika Fibriana, telah melakukan kegiatan pengabdian Kursus Calon Pengantin (Suscatin).

Baca Juga: Hadir di Festival Kota Lama, Ditjen AHU Kemenkumham Dorong UMKM Naik Kelas

Ini sebagai Model Intervensi Pranikah Pencegahan Dini Stunting di kecamatan Grobogan.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Lusi Meluap, Satu Rumah Terdampak

Minggu, 13 November 2022 | 21:04 WIB

Bupati Grobogan Lantik 172 Pejabat Fungsional

Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:20 WIB
X