Ringankan Dampak PPKM, RS Wongsonegoro Bagikan Bantuan Sosial Kepada Warga Kemijen

- Minggu, 25 Juli 2021 | 17:21 WIB
Direktur RSUD KMRT Wongsonegoro (RSWN) dr Susi Herawati M Kes menyerahkan langsung bantuan sembako kepada warga yang terdampak PPKM di Kelurahan Kemijen, Minggu (25/7) (SM/Irawan Aryanto)
Direktur RSUD KMRT Wongsonegoro (RSWN) dr Susi Herawati M Kes menyerahkan langsung bantuan sembako kepada warga yang terdampak PPKM di Kelurahan Kemijen, Minggu (25/7) (SM/Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali setidaknya memberikan dampak kepada masyarakat. Terlebih untuk masyarakat yang perekonomiannnya rendah.

Menyikapi hal tersebut RS Wongsonegoro berbagi kepedulian memberikan bantuan sembako kepada warga RW 5 Kelurah Kemijen, Minggu (25/7).

Untuk menghindari kerumunan, sebanyak 525 paket sembako didistribusikan langsung ke rumah warga di sebelas RT wilayah RW 5.

Baca Juga: Indonesia Kembangkan Program Pembangunan Kota Hijau

Direktur RSUD KMRT Wongsonegoro (RSWN) dr Susi Herawati M Kes mengatakan, pemberian bantuan sosial berupa paket sembako di wilayah Kemijen sebagi upaya untuk meringankan beban warga yang terdampak PPKM.

''Bantuan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan yang digalang dari jajaran manajemen, dokter dan tenaga kesehatan dilingkungan RSWN. Dan daerah Kemijen membutuhkan sentuhan, membutuhkan kepedulian, untuk itu kami bergerak membantu meringankan beban warga dari dampak PPKM,'' papar Susi disela pembagian sembako dirumah warga.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, bahwa pemberlakuan PPKM ini sangat penting dan harus dilakukan karena bisa menekan kasus Covid-19, turun.

Baca Juga: Punya Keinginan Mendirikan Perusahaan, Rizky Billar: Saya Terinspirasi Raffi Ahmad

Di RS WN kasus Covid-19 juga sangat menurun hingga 50 persen dengan pemberlakuan PPKM. Pandemi Covid-19 bisa ditekan turun, apabila semua pihak bekerjasama. Tidak hanya pemerintah saja namun diperlukan dukungan dari warga itu sendiri.

''Misalnya selalu mentaati kesadaran protokol kesehatan, yang penting memakai masker dahulu. Dan juga disiplin melakukan 5 M dalam kegiatan dan aktivitas harian. Karena varian virusnya sekarang Delta, sangat menular. Jadi kasus dari Cilacap, dan kemudian Kudus, virus Covidnya Delta. Oleh sebab itu sekarang menggunakan masker bedah yang didobel,'' tegasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X