Kota Semarang Level 4, Angka Kematian Masih Tinggi

- Rabu, 21 Juli 2021 | 17:57 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi-PPKM Level 4./suaramerdeka.com/dok
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi-PPKM Level 4./suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah pusat telah memperpanjang PPKM dari 21 Juli sampai 25 Juli 2021.

Dalam perpanjangan tersebut, Kota Semarang masuk dalam PPKM Level 4, atau tergolong pengetatan tinggi.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, hal tersebut dikarenakan angka kematian pada pelaksanaan PPKM Darurat pada 3-20 Juli masih tinggi dan di atas rata-rata nasional.

"Hasil evaluasi dari pemerintah pusat, angka kematian di Kota Semarang masih tinggi. Kota Semarang masuk PPKM Level 4," ujar wali kota yang akrab disapa Hendi, saat memberikan keterangan, Rabu (21/7).

Baca Juga: Polda Jateng Salurkan Bansos untuk Masyarakat Magelang

Dia menyebut, angka kematian sebenarnya sudah menurun. Dari awal PPKM, sebanyak 340 orang meninggal selama sepekan.

Kemudian menurun menjadi 271 orang meninggal di pekan mendekati 20 Juli. Persentasenya dari 6,4 persen turun menjadi 6,2 persen.

"Namun, catatan dari pusat, terhitung masih tinggi di atas rata-rata nasional, sebesar 5 persen," tambah Hendi.

Hendi memperkirakan, banyak hal yang menyebabkan angka kematian tinggi. Pertama, banyak yang ke rumah sakit, namun tempat tidur terbatas, ambulance juga terbatas.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Bupati Eisti'anah Ajak Masyarakat Teladani Ibadah Kurban

Kemudian banyak orang yang positif covid, isolasi mandiri di rumah. Di sisi lain, banyak keluarga yang kurang paham perawatan di rumah. Salah satunya saat saturasi turun, tidak segera ditangani.

"Ini mungkin yang menyebabkan angka kematian tinggi," tambahnya.

Dia menyebut, kasus covid-19 sudah mengalami penurunan. Dari awal 3 Juli sebanyak 2.349 kasus, turun menjadi 1.892 kasus pada 20 Juli lalu.

Angka BOR (ketersediaan tempat) di 21 Rumah Sakit di Kota Semarang juga sudah turun. Dari awalnya 94 persen, dan ICU sebesar 96 persen, kini sudah turun.

Baca Juga: Bersepeda Motor, Pasutri Bagi-Bagi Nasi Bungkus Keliling Kota, Ajak Saling Peduli  

Angka BOR sudah turun menjadi 57 persen sedangkan ICu sebesar 89 persen.

"BOR di tempat isolasi terpusat juga sudah turun menjadi 24 persen," ungkap Hendi.

Dari 30 Rumah Sakit, saat ini, tinggal toga yang BOR nya tinggi. Yakni RS Permata Medika, RS Telogorejo, dan RS Pantiwilasa.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X