Duh, PPKM Berganti Level 4, Masih Ada Aja yang Nekat Gelar Pernikahan

- Rabu, 21 Juli 2021 | 16:48 WIB
 Tim Satgas Covid-19 berdialog dengan Munasir, Warga Mangin, Kecamatan Karangrayung perihal penghentian hajatan pernikahan, kemarin. suaramerdeka.com /Humas Polri
Tim Satgas Covid-19 berdialog dengan Munasir, Warga Mangin, Kecamatan Karangrayung perihal penghentian hajatan pernikahan, kemarin. suaramerdeka.com /Humas Polri

GROBOGAN,suaramerdeka.com - Warga Desa Mangin, Kecamatan Karangrayung masih saja nekat menggelar pernikahan di masa pandemi.

Padahal, pemerintah baru saja memperpanjang masa Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga 25 Juli dan beralih nama menjadi PPKM level 3 dan 4.

Warga tersebut diketahui bernama Munasir. Dalam hajatan pernikahan tersebut Munasir mengaku tak mengundang hiburan.

Baca Juga: Muhammadiyah: Keberhasilan PPKM Ditentukan oleh Kedisiplinan Masyarakat dan Konsistensi Aparat

Namun demikian, hajatan pernikahan ini tetap dianggap berpotensi mendatangkan banyak orang sehingga tetap dihentikan Satgas Covid-19 tingkat kecamatan.

Kapolsek Karangrayung AKP Sunaryanto, saat dikonfirmasi membenarkan jika ada warga di Desa Mangin bernama Munasir yang menggelar hajatan pernikahan pada hari ini.

Selanjutnya, tim Kecamatan Karangrayung mendatangi lokasi untuk menghentikan kegiatan tersebut.

"Dalam kegiatan hajatan pernikahan tadi ada pemasangan tratak. Tetapi pihak tuan rumah tidak mendatangkan hiburan. Meski demikian, kegiatan ini tetap kita hentikan," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Magelang Tepis Kabar Kehabisan Anggaran Covid-19, Realisasi Baru 3 Persen  

Tindakan itu dilakukan petugas karena kegiatan itu dinilai melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Grobogan Nomor 360/2704/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Grobogan.

Sebelum dihentikan, yang bersangkutan telah diajak berdialog dan diberikan penjelasan bahwa sesuai peraturan, kegiatan pesta hajatan itu harus dihentikan.

Pihak tuan rumah bisa menerima penghentian kegiatan itu.

Seusai ijab qobul, tuan rumah menyanggupi untuk menghentikan acara, membokar tratak dan bersedia membuat surat pernyataan.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelaku Pentas Seni di Grobogan Rindu Mentas

Jumat, 10 September 2021 | 18:22 WIB

Santri Ponpes Fadlul Wahid Divaksin

Selasa, 7 September 2021 | 23:18 WIB

Tradisi 10 Asyura, BKK Pulokulon Santuni Anak Yatim

Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:31 WIB
X